Musim Panen, Petani Bawang Merah di Jombang Keluhkan Penurunan Harga

  • 28 Mar 2026 18:55 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Memasuki musim panen, petani bawang merah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai mengeluhkan turunnya harga jual di tingkat petani. Penurunan harga terjadi seiring meningkatnya pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi yang panen dalam waktu bersamaan.

Berdasarkan pantauan harga pangan di pasar tradisional, harga bawang merah di tingkat konsumen saat ini berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp36.000 per kilogram. Sementara itu, di tingkat petani, harga justru jauh lebih rendah, di kisaran Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram saat panen.

Kondisi tersebut juga dirasakan petani di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh, Jombang, salah satu wilayah pengembangan bawang merah di daerah tersebut. Aktivitas panen mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir, namun harga jual dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi.

Salah satu petani, Suyono, mengaku harga bawang merah saat ini mengalami penurunan dibandingkan musim panen sebelumnya.

“Sekarang panen, tapi harganya sudah turun. Panen lalu masih di atas Rp20.000, sekarang ada yang ambil di bawah itu,” ujarnya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Ia mengatakan, turunnya harga terjadi karena pasokan bawang merah dari berbagai daerah meningkat dalam waktu bersamaan, sehingga membuat harga di tingkat petani turun.

“Barangnya banyak sekali di pasaran. Dari daerah lain juga panen, jadi harga ikut turun. Kalau seperti ini, petani yang paling terasa dampaknya,” katanya.

Hal senada turut disampaikan oleh, petani setempat lainnya, Winarno, yang menyebut harga saat ini membuat keuntungan yang diperoleh petani sangat tipis, bahkan berpotensi merugi jika kualitas hasil panen menurun.

“Kalau dihitung-hitung, sekarang paling cuma balik modal. Soalnya biaya tanam tinggi, dari bibit, pupuk, sampai obat,” jelasnya.

Selain harga, faktor cuaca juga menjadi kendala tersendiri. Hujan yang masih turun di akhir Maret membuat proses pengeringan bawang merah menjadi tidak maksimal.

“Hujan masih sering, jadi bawang susah kering. Kalau kualitasnya turun, harga bisa lebih rendah lagi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....