PMA Bertambah, Daya Tarik Investasi di Jombang Meningkat

  • 26 Mar 2026 17:00 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Bertambahnya jumlah penanaman modal asing (PMA) menjadi indikator meningkatnya daya tarik investasi di Kabupaten Jombang sepanjang 2025. Kenaikan ini menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di daerah berjuluk Kota Santri tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang, Bayu Pancoroadi, menyampaikan bahwa jumlah perusahaan PMA yang masuk mengalami peningkatan berdasarkan data dalam sistem Online Single Submission (OSS). “Dari data OSS terlihat adanya kenaikan jumlah perusahaan PMA yang berinvestasi di Jombang, kini jumlahnya sekitar 56 perusahaan dari sebelumnya kurang lebih 50 perusahaan,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.

Selain dari sisi jumlah investor, nilai realisasi investasi di Jombang juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, total investasi tercatat mencapai sekitar Rp 2,5 triliun. Angka ini tidak hanya berada dalam rentang target pemerintah daerah, tetapi juga melampaui target yang ditetapkan pemerintah provinsi.

“Capaian investasi tahun 2025 berada di kisaran Rp 2,5 triliun. Nilai tersebut masih sesuai target kabupaten dan bahkan telah melampaui target provinsi,” katanya.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian tersebut mengalami peningkatan. Pada 2024, realisasi investasi tercatat sekitar Rp 2,1 triliun. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berhati-hati dalam menetapkan target investasi tahun berikutnya dan tidak serta merta menaikkan target secara signifikan.

“Kami melihat tren investasi memang meningkat, namun penetapan target tetap mempertimbangkan berbagai aspek dan tidak langsung dinaikkan secara drastis,” ujarnya.

Tidak hanya PMA, penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga menunjukkan perkembangan positif, meskipun jumlah pastinya masih dalam tahap pendataan. Hal ini disebabkan laporan investasi secara berkala yang umumnya masuk pada awal periode pelaporan berikutnya.

“Untuk PMDN, datanya masih kami verifikasi karena laporan triwulan biasanya baru masuk di awal bulan,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang menilai peningkatan jumlah investor tersebut menjadi peluang untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....