Hasil Pantauan Rukyat Hilal 1 Syawal di Jombang Tidak Terlihat
- 19 Mar 2026 20:28 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Hasil rukyatul hilal di Kabupaten Jombang pada Kamis, 19 Maret 2026, menyatakan hilal tidak terlihat. Temuan tersebut langsung dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah oleh pemerintah pusat.
Pengamatan dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang di Pusat Observasi Bulan (POB) Rooftop Bank Jombang Tower. Berdasarkan pemaparan data hisab, posisi hilal dinilai belum memenuhi kriteria visibilitas, ditambah kondisi cuaca yang tidak mendukung.
Ketua Tim Hisab Rukyat Kemenag Jombang, Masrur, menjelaskan bahwa secara astronomis posisi hilal memang sulit diamati.
“Dengan kondisi tersebut, hilal sangat tipis dan berada pada posisi rendah, sehingga secara visibilitas cukup sulit untuk diamati,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pemantauan di lapangan juga tidak menunjukkan keberadaan hilal.
"Hasil pantauan hilal hari ini di POB Rooftop Bank Jombang, tidak berhasil terlihat karena belum memenuhi kriteria, dan juga kondisi tertutup awan mendung," terangnya.
Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, menegaskan bahwa rukyatul hilal bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari pelaksanaan syariat Islam.
“Di Jawa Timur terdapat 28 titik pantau rukyatul hilal, sementara secara nasional ada 117 titik. Agenda hari ini bukan hanya agenda rutin, tetapi juga pelaksanaan perintah agama,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh hasil pengamatan dari daerah akan disampaikan kepada Menteri Agama untuk dipertimbangkan dalam sidang isbat.
Hal senada disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jawa Timur, Syaikhul Hadi. Ia menilai rukyatul hilal memiliki nilai ibadah sekaligus ilmiah yang perlu dijalankan secara sinergis.
“Kita patut bersyukur dapat melaksanakan tugas sebagai hamba Allah. Rukyatul hilal memiliki dimensi ibadah sekaligus dimensi ilmiah. Karena itu, sinergi antara pemerintah, ulama, dan ahli astronomi sangat penting,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah potensi perbedaan penentuan hari raya, “Perbedaan tidak boleh menghalangi kita untuk saling menghargai. Ukhuwah harus tetap terjaga dengan baik,” imbuhnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Jombang, Supriadi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyelenggarakan rukyatul hilal ini. Penentuan resmi 1 Syawal tetap menunggu hasil sidang isbat yang dilaksanakan pemerintah,” katanya.
Dengan tidak terlihatnya hilal di lokasi pengamatan, hasil ini telah ditetapkan oleh Pengadilan Agama Jombang dan menjadi salah satu rujukan dalam sidang isbat untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah secara nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....