Bulog Kediri Jamin Stok Beras Melimpah H-1 Iduladha 1447 H
- 26 Mei 2026 10:46 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – H-1 Hari Raya Iduladha 1447 H, Perum Bulog Cabang Kediri memastikan kondisi ketahanan pangan di wilayah kerjanya berada dalam status yang sangat aman. Berdasarkan pemetaan pasar, lonjakan permintaan masyarakat terhadap komoditas pokok mulai terlihat namun diprediksi tidak akan menimbulkan kenaikan harga yang signifikan.
Pihak Bulog pun telah melakukan berbagai langkah mitigasi di seluruh wilayah operasionalnya guna memastikan rantai pasok pangan tetap berjalan lancar dan merata tanpa adanya perlakuan khusus atau diskriminasi wilayah. Pemimpin Cabang Bulog Kediri, Harisun, menegaskan bahwa masyarakat di wilayah Kediri Raya sama sekali tidak perlu merasa khawatir akan adanya kelangkaan bahan pokok, terutama beras.
Saat ini, jumlah ketersediaan beras di gudang penyimpanan Bulog tercatat sangat besar dan melimpah. Persediaan yang melimpah ini dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, bahkan hingga melewati masa libur panjang Iduladha nanti selesai.
"Stok beras kita saat ini cukup luar biasa, artinya cukup besar karena mencapai 97.000 ton, sehingga masyarakat tidak perlu takut akan adanya kelangkaan beras. Dan untuk komoditas lainnya seperti gula pasir, kami sengaja tidak menumpuk terlalu banyak persediaan di gudang, melainkan langsung disesuaikan dengan volume permintaan pasar agar perputarannya sehat," ujar Harisun saat memberikan keterangan kepada RRI, Selasa, 26 Mei 2026.
Sedangkan untuk komoditas minyak goreng, Harisun menjelaskan bahwa Bulog Kediri mendapatkan penugasan yang lumayan besar dari pemerintah pusat. Guna menjaga stabilitas harga minyak, pihaknya gencar melakukan dropping atau penyaluran langsung ke sejumlah pasar pantauan utama, seperti Pasar Setono Betek dan Pasar Pamenang.
“Strategi penggelontoran ini dilakukan melalui program SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) serta perluasan jaringan kemitraan dengan KDMP yang telah menjalin kerja sama resmi,” ucapnya.
Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan masyarakat miskin juga terus berjalan melalui program bantuan pangan nasional yang disalurkan langsung ke desa atau kelurahan berdasarkan data DTSEN. Setiap penerima manfaat terjadwal menerima bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.
Menariknya, pada bulan Mei ini Bulog menyalurkan bantuan rapelan untuk alokasi bulan Februari dan Maret sekaligus, sehingga setiap keluarga penerima manfaat langsung mendapatkan kiriman 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Selain mengandalkan stok pusat, Bulog Kediri mencatatkan performa impresif dalam menyerap hasil panen raya dari para petani lokal demi memaksimalkan pemenuhan komoditas dalam negeri.
"Alhamdulillah, saat ini penyerapan gabah maupun beras dari petani lokal Kediri dan sekitarnya sudah berhasil terserap sebanyak 78 persen dari total target yang ditetapkan oleh pusat sejumlah 93.478 ton. Proses penyerapan ini tentu masih akan terus kami lakukan secara konsisten sampai akhir tahun nanti," kata Harisun.
Sebagai langkah hilirisasi, Bulog Kediri turut membuka kesempatan emas bagi toko-toko milik masyarakat yang ingin mendapatkan pasokan komoditas resmi dengan bergabung menjadi jaringan RPK (Rumah Pangan Kediri). Pelaku usaha hanya perlu mendaftar langsung ke kantor Bulog dengan membawa dokumen berupa NIB, NPWP, dan KTP.
Melalui penguatan jaringan RPK serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) seperti yang baru-baru ini digelar di Kecamatan Mojoroto dan Semampir, Bulog optimistis dapat menekan perilaku panic buying di masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....