Temui MBG Tak Layak, Anggota DPR Minta Masyarakat Melapor

  • 09 Mar 2026 17:00 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi meminta masyarakat agar tidak takut melapor saat menemukan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) tak layak.

"Dengan mulai meluasnya distribusi paket MBG, mari kita tingkatkan pengawasan masyarakat terhadap implementasi program ini," kata Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, dalam agenda Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Gedung Serba Guna Balai Desa Sumber Agung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (9/3/2026).

Terkait hal ini, saran Nurhadi, masyarakat tak perlu takut mengunggah foto makanan tidak layak ke media sosial karena ancaman pidana. Bahkan, Nurhadi memberikan jaminan dukungan.

"Bapak ibu, selama unggahan tersebut berdasarkan fakta dan menyebutkan lokasi dapur (SPBG) yang jelas, hal itu bukanlah hoaks atau fitnah. Jadi jangan takut, kalau ada makanan basi atau tidak layak, laporkan," kata Nurhadi.

Ia meyakini, selama yang didokumentasi itu fakta, maka hal justru itu membantu BGN memberikan teguran atau sanksi kepada pengelola dapur yang nakal.

"Wartawan juga jangan takut menyuarakan fakta di lapangan," tegasnya.

Ke depan, imbuh Nurhadi, bila masyarakat menemukan ketidaksesuaian dapat melapor melalui Call Center 127, dan melalui Koordinator Kecamatan (Korcam) atau Koordinator Wilayah (Korwil) setempat.

Untuk itu, Nurhadi kembali mengemukakan, program MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan. Akan tetapi ini adalah upaya nyata pemerataan gizi nasional.

"Saya punya momen menyentuh saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah SMP di Kediri. Saat itu, ada anak SMP kelas 2 yang menangis saat makan," ujarnyam

Pada waktu itu, Nurhadi mengaku, sempat berdialog dengan anak tersebut. Lantas diketahui, anak ini menangis karena seumur hidupnya baru pertama kali merasakan buah anggur.

"Jadi ini bukti bahwa program ini memberikan akses gizi yang selama ini mungkin sulit dijangkau sebagian warga," ungkapnya.

Diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 400 warga, tokoh masyarakat, serta mitra kerja Komisi IX DPR RI, di antaranya Khusnul Arif, dan H. Lutfi Mahmudiono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....