Disnaker Jombang Siapkan Tenaga Kerja Siap Industri
- 26 Feb 2026 19:53 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Program pelatihan berbasis kompetensi yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang dinilai mampu meningkatkan peluang kerja bagi masyarakat, khususnya pencari kerja usia produktif. Melalui peningkatan keterampilan yang menyesuaikan kebutuhan industri, peserta pelatihan memiliki kesempatan lebih besar untuk terserap di dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang, Isawan Nanang Risdianto, menyampaikan pelatihan kerja dirancang dengan pendekatan keterkaitan langsung antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi tenaga kerja.
“Pelatihan ini kami susun agar kemampuan peserta benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga setelah selesai mereka tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga kesiapan bekerja,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Sepanjang tahun 2025 hingga triwulan IV, sebanyak 504 peserta mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di berbagai bidang keterampilan. Dari jumlah tersebut, 503 peserta mengikuti uji kompetensi dan 499 orang dinyatakan lulus. Sebanyak 387 peserta di antaranya telah mendapatkan pekerjaan dengan tingkat serapan mencapai lebih dari 77 persen.
Bidang pelatihan yang diberikan meliputi keterampilan menjahit upper sepatu, digital marketing, kuliner, tata rias, administrasi perkantoran, caregiver, pengelasan, hingga otomotif. Program serupa juga diberikan kepada Calon Pekerja Migran Indonesia melalui pelatihan perhotelan kapal pesiar, housekeeper, dan bahasa Jepang.
Menurut Isawan, seluruh peserta pelatihan calon pekerja migran berhasil lulus uji kompetensi dan sebagian telah memperoleh penempatan kerja.
“Kami berupaya memastikan peserta memiliki standar kompetensi yang diakui sehingga mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional,” jelasnya.
Disnaker juga memprioritaskan peserta dari keluarga kurang mampu sebagai bagian dari strategi pengentasan pengangguran dan kemiskinan. Selain itu, penyandang disabilitas turut dilibatkan dalam program pelatihan hingga mendapatkan kesempatan kerja.
Upaya peningkatan kesempatan kerja turut diperkuat melalui kolaborasi dengan UPT Balai Latihan Kerja Provinsi di Jombang. Ratusan lulusan pelatihan tercatat berhasil bekerja di berbagai perusahaan, sementara sebagian lainnya memilih menjalankan usaha mandiri.
Pengembangan wirausaha juga dilakukan melalui program Tenaga Kerja Mandiri dengan pelatihan servis AC, servis telepon seluler, budidaya lele, hingga pembuatan konten digital, “Kami mendorong peserta tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri,” ucap Isawan.
Selain pelatihan, Disnaker mengoptimalkan penempatan tenaga kerja melalui kegiatan job fair dan program Jemput Kerja yang akan diperluas pelaksanaannya pada tahun 2026 ini.
“Harapannya, tenaga kerja di Jombang semakin kompeten, terserap di dunia kerja, dan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....