Perbaikan Jalan Nasional di Jombang Segera Dieksekusi Menyeluruh

  • 23 Feb 2026 16:39 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Perbaikan total ruas jalan nasional di Kabupaten Jombang dipastikan segera dilaksanakan. Penanganan tidak lagi bersifat sementara, melainkan dilakukan secara menyeluruh melalui pelapisan ulang (overlay) guna mengatasi kerusakan yang dinilai semakin membahayakan pengguna jalan.

Bupati Jombang, Warsubi, menyatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan provinsi agar perbaikan dapat segera direalisasikan. Menurutnya, kondisi jalan saat ini sudah tidak memungkinkan jika hanya ditangani dengan metode tambal sulam.

“Kami sudah menjalin komunikasi aktif dengan Kementerian Pekerjaan Umum hingga bertemu langsung dengan Menteri. Ruas ini memang membutuhkan perbaikan permanen melalui overlay, bukan sekadar penambalan sementara,” kata Warsubi, Senin, 23 Februari 2026.

Rencana pekerjaan mencakup pelapisan ulang sepanjang empat kilometer di ruas Lingkar Mojoagung hingga Flyover Jombang, pada kedua sisi jalan. Sebelum overlay dimulai, percepatan penanganan darurat dilakukan dengan menambah jumlah tim penambal lubang dari lima menjadi sepuluh tim.

“Penutupan lubang ditargetkan selesai dalam waktu tiga hari apabila kondisi cuaca memungkinkan. Sementara itu, pelaksanaan overlay dijadwalkan dimulai dalam dua minggu lagi,” ujarnya.

Meski kewenangan jalan nasional berada di pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Jombang memilih mengambil langkah aktif dalam mengawal percepatan perbaikan. Selain ruas Mojoagung–Flyover, perbaikan juga direncanakan menyentuh Jalan Gatot Subroto, mulai depan Stasiun hingga Cangkringrandu, serta Jalan Brigjen Kretarto dari Sambongdukuh sampai Kebon Ratu.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang meninjau langsung kondisi jalan di sisi timur Flyover Jombang pada Minggu sore, 22 Februari 2026, menyebut tingkat kerusakan di ruas tersebut tergolong signifikan dibanding sejumlah titik lain di Jawa Timur.

“Kerusakan di jalur ini termasuk cukup parah, terlebih dengan curah hujan tinggi yang mempercepat penurunan kualitas jalan. Karena itu, perlu penanganan komprehensif,” ujar Emil.

Ia menjelaskan, faktor usia jalan juga menjadi pertimbangan teknis. Ruas tersebut dibangun pada 2017 dan kini memasuki tahun kesembilan masa pakainya.

“Dengan usia yang sudah mendekati satu dekade, wajar jika diperlukan peremajaan lewat overlay. Tidak cukup hanya dilakukan patching. Kami mengapresiasi langkah Bupati yang aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat sehingga tahun ini bisa dialokasikan perbaikan sepanjang empat kilometer,” katanya.

Pelapisan ulang diharapkan mampu meningkatkan daya tahan konstruksi jalan dalam jangka panjang. Selama proses persiapan, penambalan tetap dilakukan secara bertahap dan akan dihentikan sementara apabila hujan deras menyebabkan genangan di lokasi pekerjaan.

Perbaikan ini dinilai mendesak mengingat ruas tersebut merupakan jalur utama mobilitas warga dan distribusi logistik. Dengan eksekusi menyeluruh yang segera dimulai, diharapkan keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin dan kelancaran arus transportasi kembali optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....