Membangun Peradaban Islami Mulai dari Keluarga
- 02 Feb 2026 07:43 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Keluarga merupakan fondasi utama dan masyarakat terkecil yang menentukan kokoh atau runtuhnya sebuah peradaban besar. Ustaz Mohamad Lutfi Ansori menjelaskan bahwa peradaban Islami bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan realitas yang harus dibangun dari interaksi di dalam rumah.
Jika fondasi keluarga rapuh, maka peradaban akan goyang, karena rumah adalah madrasah pertama bagi anak untuk membentuk karakter. "Keluarga itu pondasinya, kalau rapuh maka peradabannya goyang," tegas Khodim PP. Darussalam Karangtengah tersebut dalam kajian di RRI Kediri, Senin, 02 Februari 2026.
Untuk melahirkan anak dengan karakter yang baik, orang tua dituntut harus memiliki kualitas dan bekal keilmuan yang mumpuni. Persiapan membangun peradaban ini idealnya dimulai bahkan sebelum pernikahan, di mana calon ayah dan ibu harus memahami ilmu mengolah keluarga. Menikah tidak boleh hanya sekadar ijab kabul atau berlandaskan suka sama suka, melainkan harus terkonsep dengan ilmu yang matang agar mampu menghadapi turunan masalah yang panjang di masa depan.
Salah satu pilar penting dalam keluarga adalah adanya uswah atau teladan nyata dari orang tua kepada anak-anaknya. Jika orang tua menginginkan anaknya mencintai Al-Qur'an, maka orang tua harus terlebih dahulu menunjukkan kecintaan yang sama sebagai contoh anak.
“Selain keteladanan, kasih sayang dan pemikiran yang matang dalam berkeluarga akan menciptakan ketahanan yang efeknya berujung pada kuatnya tatanan masyarakat hingga kemajuan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” katanya.
Ustaz Lutfi juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, meneladani dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Menghidupkan nuansa kebersamaan dan membiasakan nilai-nilai baik di lingkungan keluarga adalah kunci utama dalam membangun diplomasi keluarga. Ia menyarankan agar meja makan dijadikan tempat berdiskusi dan bertukar pikiran demi mempererat hubungan emosional serta spiritual di antara anggota keluarga.
Ustaz Lutfi menekankan peradaban Islami harus diisi dengan nilai-nilai dan ilmu keislaman yang kuat dalam keseharian. Orang tua diajak untuk terus mengikuti kajian dan mengenalkan tokoh-tokoh Islam kepada anak-anak sejak dini agar mereka memiliki identitas muslim yang membanggakan. Dengan menjadikan keluarga sebagai basis utama pendidikan, diharapkan akan lahir generasi-generasi unggul yang siap menjadi batu bata penyusun peradaban dunia yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....