Tekan Penularan, Vaksinasi PMK di Jombang Digencarkan

  • 27 Jan 2026 17:01 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Dinas Peternakan Kabupaten Jombang mengintensifkan program vaksinasi ternak sebagai langkah utama menekan penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali berpotensi muncul di sejumlah wilayah, seiring kondisi cuaca ekstrem pada musim penghujan.

Upaya tersebut difokuskan pada ternak sapi milik peternak rakyat di wilayah berisiko tinggi. Hingga akhir Januari 2026, petugas kesehatan hewan telah merealisasikan vaksinasi terhadap 1.543 ekor sapi perah dan sapi potong di berbagai kecamatan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Jombang, drh. Azis Daryanto, menyampaikan bahwa vaksinasi menjadi instrumen penting dalam memutus mata rantai penyebaran virus PMK. “Pengendalian PMK tetap kami fokuskan melalui vaksinasi. Saat ini pelaksanaannya diprioritaskan di wilayah rawan, terutama Kecamatan Wonosalam, agar perlindungan ternak bisa segera terbentuk secara merata,” ujar Azis Daryanto, Selasa, 27 Januari 2026.

Ia menjelaskan, vaksin yang digunakan berasal dari bantuan pemerintah pusat serta stok yang tersedia di masing-masing Puskeswan. Sasaran utama vaksinasi adalah ternak sehat, guna membangun kekebalan kelompok di tingkat peternak.

Selain vaksinasi, Disnak Jombang juga melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di sejumlah pasar hewan. Langkah ini menyasar titik-titik yang dinilai rawan menjadi lokasi penularan, seperti Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung.

Menurut Azis, aktivitas perdagangan ternak berpotensi mempercepat penyebaran virus jika tidak disertai pengawasan kesehatan yang ketat. “Pasar hewan menjadi perhatian khusus karena mempertemukan ternak dari berbagai daerah. Oleh karena itu, disinfeksi rutin kami lakukan untuk menekan risiko penularan di lokasi tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, munculnya kembali kasus PMK dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kondisi lingkungan yang lembap akibat tingginya curah hujan, keberadaan pedet yang belum divaksin, serta lalu lintas ternak dari luar daerah dengan riwayat kesehatan yang belum sepenuhnya terpantau.

Disnak Jombang mengimbau peternak agar segera melapor kepada petugas kesehatan hewan jika menemukan gejala PMK pada ternaknya, seperti lepuh di mulut dan kuku, air liur berlebih, atau pincang. Peternak juga diminta mengisolasi ternak yang sakit serta menerapkan biosekuriti ketat di lingkungan kandang.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moch Saleh, menegaskan bahwa kombinasi vaksinasi dan pengawasan di lapangan menjadi kunci menjaga kesehatan ternak sekaligus melindungi keberlangsungan ekonomi peternak.

“Vaksinasi bertujuan membentuk kekebalan ternak secara menyeluruh. Jika didukung disiplin biosekuriti dan pengawasan pasar hewan, potensi penularan PMK bisa ditekan,” katanya.

Dengan langkah preventif yang terus diperkuat dan keterlibatan aktif peternak, Disnak Jombang berharap penyebaran PMK dapat dikendalikan sejak dini dan tidak meluas ke wilayah lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....