Menteri Haji Resmikan Lembaga Pendidikan AIM–AIBIS Jombang
- 24 Jan 2026 19:17 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. KH. Mochamad Irfan Yusuf meresmikan TK–SD Aqobah Islamic Montessori (AIM) dan Aqobah Institute of Business and Islamic Studies (AIBIS) di Kabupaten Jombang, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Peresmian dua lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Aqobah tersebut berlangsung di Jalan Bakalan, Dusun Ngasem, Desa Jombok, Kecamatan Ngoro. Acara ini turut dihadiri Bupati Jombang Warsubi, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, serta pengasuh utama Ponpes Al-Aqobah, KH. Ahmad Junaidi Hidayat.
Bupati Jombang Warsubi menilai kehadiran AIM dan AIBIS sebagai langkah progresif dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Ia mengapresiasi penerapan metode Montessori pada jenjang pendidikan dasar yang dinilai masih relatif baru di Jombang.
“Pendekatan Montessori masih sangat terbatas diterapkan di Jombang. Kehadiran AIM ini diharapkan menjadi contoh pengembangan pendidikan yang berorientasi pada potensi anak, ramah, dan tetap berpijak pada nilai keislaman,” ujar Warsubi.
Menurut Warsubi, penggabungan kurikulum internasional dengan nilai-nilai pesantren merupakan kombinasi strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing sekaligus berakhlak. Ia juga menaruh harapan besar terhadap AIBIS sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mampu mencetak lulusan berwawasan keilmuan dan kewirausahaan.
“Saya berharap AIBIS melahirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik dan keislaman, tetapi juga memiliki kemandirian serta kompetensi di bidang bisnis,” katanya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Gus Irfan, menilai prinsip Montessori sejalan dengan tradisi pesantren yang menanamkan kemandirian sejak dini. Ia menyebut, nilai tersebut telah lama menjadi bagian dari sistem pendidikan pesantren.
“Di pesantren, santri dibiasakan mandiri, mulai dari mengurus kebutuhan sehari-hari. Prinsip itu selaras dengan Montessori. Harapannya, lahir santri yang berkarakter kuat,” jelas Gus Irfan.
Di samping itu, Pengasuh Ponpes Al-Aqobah, KH. Ahmad Junaidi Hidayat, menegaskan bahwa pendidikan di AIM dan AIBIS menitikberatkan pada pembentukan karakter melalui keteladanan. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan pembinaan sikap dan nilai moral.
“Karakter bukan semata-mata soal kecerdasan, tetapi keteladanan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, lembaga pendidikan yang dibangun berupaya tetap sejalan dengan regulasi pemerintah, sekaligus memberikan fondasi karakter yang kuat bagi peserta didik.
“Kami berupaya menghadirkan pendidikan yang patuh regulasi, namun tetap menanamkan karakter sebagai bekal masa depan anak,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....