Puncak Penghujan, Stok Darah O di Jombang Menipis

  • 22 Jan 2026 20:14 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Memasuki puncak musim penghujan, ketersediaan darah golongan O di Kabupaten Jombang menipis. Kondisi tersebut terjadi sejak satu bulan terakhir dan mulai berdampak pada pemenuhan kebutuhan darah di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Bagian Administrasi Umum PMI Kabupaten Jombang, Rachmat Siswojo, menyampaikan bahwa menipisnya stok darah tidak berkaitan dengan berkurangnya jumlah pendonor. Ia menjelaskan, lonjakan kebutuhan darah justru terjadi seiring meningkatnya kasus penyakit tertentu pada musim hujan.

“Situasi seperti ini bukan hanya dialami Jombang. Hampir seluruh daerah di Jawa Timur mengalami kondisi serupa,” ujar Rachmat, Kamis, 22 Januari 2026.

Saat ini, stok darah golongan O di PMI Kabupaten Jombang tercatat tinggal sekitar 20 kantong. Jumlah tersebut jauh di bawah kebutuhan ideal harian yang rata-rata mencapai 70 kantong per hari. Bahkan, pada pagi hari sebelumnya, PMI Jombang telah mendistribusikan sebanyak 70 kantong darah golongan O ke RSUD Jombang.

Rachmat menambahkan, jumlah pendonor sejauh ini relatif stabil. Namun, kebutuhan darah meningkat, terutama untuk pasien penyakit dalam yang mengalami kekambuhan serta kasus demam berdarah dengue yang mulai menunjukkan peningkatan.

Untuk jenis darah lainnya, PMI Jombang masih memiliki stok yang cukup, yakni golongan A sekitar 150 kantong, golongan B sebanyak 300 kantong, dan golongan AB sekitar 60 kantong. Meski kebutuhan darah bersifat fluktuatif, golongan O menjadi jenis yang paling banyak dibutuhkan di wilayah Jombang.

Selain melayani rumah sakit di Kabupaten Jombang, PMI juga menyalurkan darah ke sejumlah daerah lain. Sekitar 75 persen stok digunakan untuk kebutuhan rumah sakit di Jombang, sementara 25 persen sisanya didistribusikan ke luar daerah seperti Mojokerto, Kediri, Nganjuk, dan Lamongan.

Guna mengatasi keterbatasan stok darah golongan O, PMI Jombang mengintensifkan pencarian pendonor melalui pesan siaran. PMI Jombang juga meminta seluruh karyawan untuk ikut membantu dengan menyebarkan ajakan donor darah melalui media sosial pribadi, memaksimalkan pengiriman pesan secara terbatas, serta menghubungi calon pendonor secara langsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....