Bambu Dinilai Berperan dalam Konservasi dan Ekonomi

  • 23 Agt 2025 19:10 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Yayasan Mutiara Bambu Nusantara mendorong penanaman bambu sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Umum Yayasan Mutiara Bambu Nusantara, Ari Wahyono, menjelaskan saat ini pengembangan bambu dipusatkan di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, wilayah yang dahulu dikenal sebagai kantong kemiskinan ekstrem itu kini mulai bertransformasi melalui pemanfaatan bambu.

“Bambu itu bernilai, secara ekonomi bagus dan secara sosial melibatkan banyak masyarakat sehingga taraf hidup meningkat. Contoh paling dekat bisa dilihat di Dongko, Trenggalek, sekitar 15 tahun lalu daerah ini masih termasuk kantong kemiskinan ekstrem,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025).

Ari menambahkan, pengembangan bambu memiliki dua tujuan utama, yakni konservasi dan produksi. Konservasi dimaksudkan untuk menjaga tanah, akar, serta sumber air, sedangkan orientasi produksi ditujukan untuk memanfaatkan hasil panen bambu yang bernilai ekonomis.

Ia juga menyoroti masih minimnya penyedia bibit bambu di Indonesia. Menurutnya, pembibitan melalui stek batang atau percabangan lebih tahan dibandingkan kultur jaringan yang banyak beredar.

Di Indonesia terdapat sekitar 40 jenis bambu. Beberapa yang dinilai cocok dikembangkan di wilayah Jawa Timur bagian selatan antara lain bambu apus, bambu petung, bambu jawa, bambu ampel kuning, dan bambu ampel hijau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....