Menjemput Puncak Keutamaan Ramadan di Sepuluh Hari Terakhir

  • 10 Mar 2026 17:23 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Sebagai umat muslim yang sedang menjalankan kewajiban beribadah puasa, menjemput puncak keutamaan ramadan di sepuluh hari terakhir adalah satu keniscayaan. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Ahmad Fakhruddin, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Qawa’id, Tawar, Jombang, Jawa Timur, dalam Program Mutiara Pagi edisi Selasa, 10 Maret 2026.

“Kita patut bersyukur telah melewati etape ketiga menuju sepuluh hari terakhir ramadan. Gunakan sisa waktu yang ada dengan sebaik-baiknya,” kata Ustaz Fakhruddin, sapaan akrabnya. “Allah memberikan maghfirah tak terbatas kepada seluruh hamba-NYA yang bertakwa. Pintu neraka tertutup bagi yang menjaga ketaatannya selama bulan suci ramadan.”

Di pertengahan segmen, Ustaz Fakhruddin mencontohkan Nabi Muhammad SAW yang melakukan kesungguhan ibadah di sepuluh hari terakhir puasa ramadan. “Junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW sadar sepenuhnya akan amalan-amalan penutup penuh berkah di sepuluh terakhir ramadan. Kerinduan Rasulullah akan datangnya lailatul qadar begitu besar,” ujarnya.

“Kemenangan idul fitri bukan diraih oleh mereka yang sukses mempersiapkan hari kemenangan dengan rumah mewah, baju baru mahal, dan kue-kue lebaran lezat,” ucap Ustaz Fakhruddin. “Mereka yang lahir dengan keimanan baru, ketakwaan baru, kualitas diri baru yang lebih meningkat, adalah winner di hari kemenangan umat Islam.”

Di akhir segmen, Ustaz Fakhruddin mengajak masyarakat melakukan amalan Nabi Muhammad SAW di sepuluh hari terakhir ramadan. “Rasulullah tidak tidur dan memperpanjang salat malamnya, menghidupkan malam dengan membangunkan seluruh keluarga untuk mendirikan salat malam, dan beri’tikaf untuk mendekatkan diri pada Allah SWT,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita