Bulan Ramadan, Lapas Jombang Gelar Pesantren Kilat untuk Warga Binaan

  • 06 Mar 2025 21:30 WIB
  •  Kediri

KBRN, Jombang: Selama bulan suci Ramadan 1446 H, Lapas Kelas IIB Jombang menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan untuk mendukung peningkatan keimanan dan ketakwaan para warga binaan, salah satunya pesantren kilat.

Program-program tersebut bertujuan memberikan kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan mempererat hubungan sosial di lingkungan lapas.

Setiap harinya, para warga binaan mengikuti kegiatan seperti pengajian, buka puasa bersama, salat tarawih, dan pembacaan Al-Qur'an. Semua kegiatan ini diadakan di Lapas Kelas IIB Jombang, yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, M. Ulin Nuha.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan spiritual yang dirancang untuk memberikan dampak positif bagi warga binaan.

"Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan meningkatkan ketakwaan selama bulan Ramadan," ujar M. Ulin Nuha pada Kamis (6/3/2025).

Selain kegiatan ibadah, warga binaan juga terlibat dalam kegiatan sosial seperti pembagian makanan berbuka puasa kepada sesama penghuni lapas. Hal ini selain mempererat tali persaudaraan, juga menumbuhkan rasa empati di antara mereka. Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukur, "Kami merasa senang bisa berbagi, meskipun dalam keterbatasan," tuturnya.

Kepala Lapas Jombang juga menambahkan bahwa kegiatan keagamaan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk relawan dan organisasi kemasyarakatan. Mereka turut berperan dalam penyelenggaraan acara yang berlangsung dengan lancar. "Kami berharap dengan kegiatan ini, para warga binaan dapat menjalani Ramadan dengan penuh makna dan kembali ke masyarakat dengan semangat baru," ujarnya.

Sementara itu, kegiatan ini disambut baik oleh warga binaan. Erik Satrio Nugroho, salah seorang warga binaan, mengaku bahwa dirinya merasakan perubahan besar dalam kehidupannya sejak mengikuti program pembinaan rohani.

"Dulu saya sama sekali tidak bisa membaca Al-Qur’an, tetapi sekarang sudah bisa, bahkan sudah pernah khatam satu kali. Alhamdulillah. Insya Allah pelan-pelan tahap berubah," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para warga binaan dapat merenung, memperbaiki perilaku mereka, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....