Lestarikan Kuliner Nusantara, Kafe di Kediri Kenalkan Nasi Serundeng Ayam

  • 29 Agt 2026 21:16 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Demi mengenalkan dan melestarikan cita rasa kuliner Nusantara terus dilakukan pelaku usaha kuliner di Kota Kediri
  • Melalui menu yang menggunakan bumbu lokal, Kafe Serundeng berharap sajian tradisional seperti serundeng tetap dikenal dan diminati, khususnya oleh generasi muda

RRI.CO.ID, Kediri - Demi mengenalkan dan melestarikan cita rasa kuliner Nusantara terus dilakukan pelaku usaha kuliner di Kota Kediri. Salah satunya melalui Cafe Serundeng di Jalan Pringgondani Selatan, Kelurahan Mrican, yang mengangkat serundeng dan ayam goreng sebagai menu andalan.

Kafe yang berada di sebelah barat area kampus PSDKU Universitas Brawijaya Kediri tersebut baru beroperasi sekitar 10 hari. Meski masih terbilang baru, pemilik Cafe Serundeng, Ulul Hadi, menyebut respons masyarakat cukup positif, terutama dari kalangan mahasiswa.

"Prinsip kita sederhana, yang penting serba cukup: cukup murah harganya, cukup enak rasanya, dan yang paling penting cukup kenyang untuk porsinya," ujar Ulul Hadi, saat ditemui di Kafe Serundeng Kota Kediri, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut Hadi, pemilihan serundeng sebagai identitas kafe berangkat dari kegemarannya terhadap lauk berbahan kelapa parut yang memiliki cita rasa gurih dan manis. Serundeng kemudian dipadukan dengan ayam goreng untuk menghadirkan sajian bercita rasa lokal yang akrab di lidah masyarakat.

Selain nasi serundeng dengan ayam goreng, kafe tersebut menyediakan sejumlah pilihan menu berbahan dasar ayam, di antaranya ayam geprek, ayam kremes, serta ayam serundeng. Tersedia pula paket makanan yang dilengkapi minuman.

Untuk pilihan harga, sejumlah menu ditawarkan mulai Rp10 ribu per porsi. Paket ayam geprek, misalnya, dibanderol Rp10 ribu dan sudah termasuk es teh. Sementara itu, pilihan jus tersedia mulai Rp5 ribu, sedangkan jus alpukat dibanderol Rp7 ribu.

Salah seorang mahasiswa di Kediri, Ade, mengatakan nasi serundeng dan ayam goreng menjadi menu yang paling ia sukai. Menurut dia, cita rasa dan harga yang relatif terjangkau menjadi pertimbangan untuk memilih menu tersebut."Rasanya enak dan harganya juga relatif terjangkau," kata Ade.

Lokasi kafe yang berdekatan dengan kawasan kampus turut menjadi salah satu faktor yang membuat tempat tersebut mendapat perhatian mahasiswa. Selain untuk bersantap, kafe juga dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul dan berbincang di sela aktivitas perkuliahan.

Melalui menu yang menggunakan bumbu lokal, Kafe Serundeng berharap sajian tradisional seperti serundeng tetap dikenal dan diminati, khususnya oleh generasi muda. Semangat tersebut dirangkum dalam tagline yang diusung kafe, yakni 'Yang Penting Cukup'.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....