Dinkes Kabupaten Kediri Perbanyak Temuan TBC Putus Mata Rantai Penularan
- 16 Sep 2026 19:01 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terus memperbanyak penemuan kasus tuberkulosis (TBC) sebagai langkah untuk memutus mata rantai penularan. Hingga Agustus 2026, sebanyak 2.253 kasus TBC telah ditemukan dan seluruh kasus yang teridentifikasi diarahkan untuk mendapatkan penanganan sesuai standar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triono Putro, mengatakan peningkatan jumlah temuan TBC tidak serta-merta menunjukkan kondisi penyakit tersebut semakin memburuk.
Menurutnya, jumlah kasus yang ditemukan hingga Agustus 2026 masih berada di bawah proyeksi kasus berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Kediri. Karena itu, penemuan kasus justru perlu terus ditingkatkan agar penderita yang belum teridentifikasi dapat segera mendapatkan pengobatan.
“Kalau kita melihat proyeksi kasus berdasarkan jumlah penduduk, meskipun temuan mengalami peningkatan, jumlahnya sebenarnya masih jauh dari target kasus yang seharusnya dapat ditemukan,” ujar Bambang, Rabu, 16 September 2026.
Ia menjelaskan, penemuan kasus secara aktif menjadi bagian penting dalam pengendalian TBC. Setelah penderita teridentifikasi, pasien akan mendapatkan tata laksana sesuai standar sehingga sumber penularan dapat segera dikendalikan.
“Prioritas kami adalah menemukan sebanyak mungkin kasus TBC, kemudian memastikan pasien mendapatkan tata laksana sesuai standar. Langkah ini penting untuk memutus mata rantai penularan,” jelasnya.
Dinkes Kabupaten Kediri berharap semakin banyak penderita yang ditemukan dan menjalani pengobatan secara tepat dapat berdampak pada penurunan kasus dalam jangka panjang. Penurunan tersebut diharapkan terjadi seiring berkurangnya sumber penularan di masyarakat.
Data Dinkes Kabupaten Kediri mencatat hingga akhir 2025 terdapat sekitar 2.800 kasus TBC yang ditemukan. Sementara sampai Agustus 2026, jumlah temuan telah mencapai 2.253 kasus.
Bambang menilai angka temuan tersebut perlu dilihat dalam konteks upaya memperluas deteksi TBC. Kasus yang berhasil ditemukan memungkinkan penderita segera memperoleh pengobatan dan pemantauan sehingga risiko menularkan penyakit kepada orang lain dapat ditekan.
| Baca juga: Stok Darah PMI Kabupaten Kediri 353 Kantong |
Menurutnya, pengobatan yang dilakukan sesuai standar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi penemuan kasus. Dengan memastikan pasien mendapatkan penanganan, sumber penularan di masyarakat dapat dikurangi secara bertahap.
“Setiap kasus yang ditemukan kemudian diobati dan ditangani sesuai standar akan membantu menghentikan sumber penularan. Harapannya, kondisi tersebut secara bertahap dapat membuat jumlah kasus menurun secara alamiah,” ucapnya.
Upaya memperbanyak penemuan dan penanganan kasus tersebut menjadi bagian dari strategi Kabupaten Kediri dalam mendukung target eliminasi TBC pada 2030. Pemerintah daerah terus mendorong agar penderita yang belum teridentifikasi dapat ditemukan dan segera masuk dalam pengobatan.
Dengan demikian, peningkatan jumlah temuan TBC tidak hanya dipandang sebagai bertambahnya kasus yang tercatat, tetapi juga sebagai indikator semakin banyak penderita yang berhasil teridentifikasi untuk mendapatkan penanganan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....