Probiotik Tak Hanya Bantu Atasi Gangguan Pencernaan

  • 30 Jul 2026 21:37 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – dr. Chairuna, FINEM (Fellowship in Nutrition and Environmental Medicine), yang dikenal sebagai dokter functional integrative medicine (kedokteran fungsional, integratif, dan holistik), menjelaskan bahwa manfaat probiotik tidak hanya terbatas untuk membantu mengatasi diare atau sembelit.

Melalui unggahan di media sosialnya (@moiuna), ia menyebut probiotik berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang berdampak pada kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dalam penjelasannya, dr. Una menerangkan bahwa probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yakni kumpulan bakteri baik yang hidup di saluran cerna. Ia mengibaratkan usus seperti sebuah kebun, di mana semakin seimbang mikroorganisme di dalamnya, semakin sehat pula ekosistem usus.

Menurut dr. Una, usus bukan sekadar organ pencernaan. Organ ini juga terus berkomunikasi dengan sistem kekebalan tubuh dan otak melalui mekanisme yang dikenal sebagai gut-immune-brain axis. Karena itu, kondisi kesehatan usus dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, tidak hanya proses pencernaan.

Ia menjelaskan, ketika keseimbangan mikrobiota usus terjaga, tubuh memperoleh sejumlah manfaat, seperti menjaga lapisan pelindung usus, menghasilkan berbagai metabolit yang dibutuhkan tubuh, membantu sistem imun bekerja lebih terarah, serta mendukung komunikasi antara usus dan otak.

Sebaliknya, apabila keseimbangan mikrobiota usus terganggu atau mengalami disbiosis, dampaknya tidak hanya dirasakan pada saluran pencernaan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi sistem imun serta komunikasi antara usus dan otak sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan secara lebih luas.

dr. Una juga mengingatkan bahwa agar bekerja optimal, probiotik membutuhkan “makanan” berupa prebiotik. Prebiotik merupakan substrat yang menjadi sumber nutrisi bagi bakteri baik sehingga dapat tumbuh dan menjalankan fungsinya dengan lebih baik. Pada kondisi tertentu, kombinasi probiotik dan prebiotik atau yang dikenal sebagai sinbiotik dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Di akhir, dr. Una menegaskan bahwa penggunaan probiotik perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, terutama pada anak-anak. Mengingat kondisi setiap orang berbeda, ia menyarankan agar pemilihan probiotik dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter sehingga sesuai dengan kondisi klinis dan kebutuhan kesehatan masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....