Kenali Ritme Sirkadian pada Tubuh Manusia

  • 30 Mei 2026 05:27 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri- Ritme Sirkadian adalah pola yang terjadi pada tubuh manusia selama 24 jam. Pola ini mencakup perubahan fisiK, mental, dan perilaku selama satu hari penuh. Pada manusia, setiap jaringan dan organ tubuh memiliki siklus sirkadian masing-masing, dan secara keseluruhan semuanya diselaraskan dengan sikluas harian siang dan malam.

Menurut International Institute of General Medical, cahaya dan gelap memiliki pengaruh terbesar pada ritme sirkadian tubuh manusia, tetapi asupan makanan, stres, aktivitas fisik, lingkungan sosial, dan suhu juga ikit memberi andil. Ritmen Sirkadian mempengaruhi fungsi-fungsi penting dalam tubuh seperti pola tidur, pelepasan hormon, nafsu makan dan sistem pencernaan, serta suhu.

Mata akan menangkap perubahan dari luar dalam bentuk terang dan gelapnya cahaya, kemudian mengirim sinyal ke sel yang berbeda tentang kapan waktunya untuk mengantuk dan untuk bangun. Lalu, ael-sel tersebut mengirim lebih banyak ke bagian dari otak yang mengaktifkan fungsi lain yang membuat kita lebih lelah ataupun waspada.

Selain itu, hormon juga berperan penting dalam irama sirkadian dalam menangkap apakah kondisi sekitar terang atau gelap. Seperti, hormon melatonin dan kortisal, saat keduanya meningkat atau menurun, akan berdampak beda bagi tubuh seseorang.

Hormon melatonin merupakan hormon yang membuat tubuh kita mengantuk dan biasanya muncul di malam hari karena didukung dengan kondisi gelap. Sementara itu, hormon kortisol adalah hormon yang membuat kita lebih waspada dan biasanya tubuh memproduksinya lebih banyak di pagi hari dan didukung dengan cahaya lingkungan yang terang.

Bagaimana dengan suhu ? suhu tubuh juga ikut mempengaruhi siklus ini. Pada saat kita tertidur, suhu tubuh cenderung turun dan naik selama terjaga. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa irama sirkadian ini juga mempengaruhi metabolisme dalam tubuh dan bahkan kesehatan mental. Irama sirkadian bekerja berdasarkan jam kerja, aktivitas fisik, dan juga faktor usia.

Apabila Ritme Sirkadian terganggu, maka dampak kesehatan juga akan muncul. Seperti varian gen tertentu dapat memengaruhi protein yang mengontrol jam biologis tubuh, penyakit neurologis, seperti alzheimer dapat mengganggu ritme sirkadian, menyebabkan kualitas tidur buruk dan perubahan gejala dari siang ke malam. Perjalanan antar zona waktu (jet lag) dan kerja shift mengubah siklus tidur- bangun normal. Serta cahaya dari perangkat elektronik di malam hari dapat mengacaukan jam biologis.

Rasa kantuk, koordinasi yang buruk, dan kesulitan belajar serta fokus dapat terjadi ketika ritme sirkadian tidak sinkron dalam jangka pendek. Kurang tidur dalam jangka panjang dan pergeseran ritme sirkadian yang terus-menerus dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes , gangguan suasana hati, masalah jantung dan tekanan darah, serta kanker, dan juga dapat memperburuk masalah kesehatan yang sudah ada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....