Musim Kemarau Picu Peningkatan Kasus Pneumonia di Jombang

  • 28 Jul 2026 07:32 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Musim kemarau yang disertai suhu udara tinggi dan meningkatnya paparan debu memicu kenaikan kasus pneumonia di Kabupaten Jombang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang mencatat sebanyak 617 pasien pneumonia menjalani perawatan sepanjang Januari hingga Juli 2026, dengan 52 di antaranya meninggal dunia.

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengatakan tren kasus pneumonia masih tergolong tinggi selama musim kemarau. Pada Juni tercatat 82 kasus dengan delapan kematian, sedangkan hingga Juli terdapat 79 kasus dengan dua pasien meninggal dunia. Menurutnya, rumah sakit hampir setiap hari menerima tambahan pasien pneumonia untuk menjalani perawatan.

"Sejak awal tahun kami telah menangani sekitar 617 pasien pneumonia. Hingga saat ini kasus baru masih terus bermunculan. Per harinya ada dua sampai tiga pasien," ujar Pudji, Senin, 27 Juli 2026.

Ia mengungkapkan, pola kasus pneumonia tahun ini berbeda dibandingkan sebelumnya karena didominasi pasien dewasa. Bahkan, selama Juli pasien yang menjalani perawatan seluruhnya berasal dari kelompok usia dewasa, sementara kasus pada anak tidak ditemukan.

"Mayoritas pasien yang kami tangani saat ini merupakan orang dewasa. Pada periode Juli, seluruh pasien pneumonia yang dirawat berasal dari kelompok usia dewasa," katanya.

Pudji menjelaskan, sebagian besar pasien datang setelah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berkembang menjadi pneumonia dengan kondisi yang cukup berat. Risiko tersebut semakin tinggi pada penderita penyakit penyerta seperti diabetes melitus, penyakit jantung, maupun asma yang menyebabkan proses pemulihan menjadi lebih kompleks.

Menurutnya, peningkatan kasus tidak terlepas dari kondisi musim kemarau yang menyebabkan konsentrasi debu di udara meningkat. Debu yang terbawa angin dapat membawa mikroorganisme penyebab infeksi dan lebih mudah menyerang ketika daya tahan tubuh seseorang menurun.

"Saat musim kemarau, angin membawa lebih banyak debu yang dapat mengandung berbagai mikroorganisme. Ketika imunitas tubuh melemah, kuman lebih mudah berkembang dan memicu infeksi pada paru-paru," jelasnya.

RSUD Jombang mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala awal ISPA seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas. Warga juga diminta menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker saat beraktivitas di lingkungan berdebu, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila keluhan tidak kunjung membaik.

"Penanganan sejak munculnya gejala awal sangat penting. Jangan menunggu kondisi memburuk, karena pemeriksaan dan pengobatan lebih dini dapat mencegah infeksi berkembang menjadi pneumonia yang lebih berat," ucap Pudji.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....