Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Ini Tips Menghadapi Cuaca Panas
- 22 Jul 2026 20:46 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih kering dan memiliki durasi yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut dipicu oleh fenomena El Niño berkategori kuat yang berpotensi meningkatkan suhu udara dan mengurangi curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan prediksi BMKG, sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang berlangsung lebih lama dari biasanya. Bahkan, di sejumlah daerah, musim kemarau diprediksi masih bertahan hingga November 2026. Sementara itu, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi secara bertahap pada Agustus hingga September 2026.
Musim kemarau yang lebih panjang tidak hanya berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan masyarakat. Suhu udara yang tinggi dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga gangguan kesehatan lainnya apabila masyarakat tidak menerapkan langkah-langkah pencegahan.
Dilansir dari kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan tubuh selama beraktivitas. Salah satu langkah paling sederhana adalah memperbanyak konsumsi air putih dan tidak menunggu rasa haus untuk mulai minum. Kebiasaan ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama saat cuaca panas menyebabkan tubuh lebih banyak mengeluarkan keringat.
Selain itu, masyarakat juga disarankan menghindari minuman berkafein, minuman berenergi, minuman beralkohol, serta minuman dengan kadar gula tinggi. Jenis minuman tersebut dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh sehingga meningkatkan risiko dehidrasi ketika suhu lingkungan sedang tinggi.
Paparan sinar matahari secara langsung juga perlu dibatasi, terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00, saat intensitas sinar ultraviolet berada pada tingkat tertinggi. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan pelindung seperti topi atau payung, kenakan pakaian berbahan ringan dan longgar, serta pilih pakaian berwarna cerah agar tidak mudah menyerap panas.
Untuk melindungi kulit dari dampak paparan sinar ultraviolet, masyarakat dianjurkan menggunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian, termasuk wajah, sebelum keluar rumah. Bagi pengguna kendaraan, menyediakan botol semprot berisi air dingin juga dapat membantu menyegarkan tubuh ketika cuaca terasa sangat panas.
Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana tersebut, masyarakat diharapkan tetap sehat, terhindar dari dehidrasi, dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara optimal meski menghadapi musim kemarau yang lebih panjang pada 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....