Waspada Kelelahan Bisa Berakibat Penyakit Kronis
- 31 Mar 2026 19:15 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Kelelahan ekstrem atau fatigue sering kali dianggap sebagai rasa kantuk biasa, namun kondisi ini sebenarnya merupakan sinyal darurat dari sistem tubuh. Dokter umum dan konsultan gaya hidup sehat, dr. Prama Aditya, B.Med.Sc., M.Kes., AIFO., menekankan bahwa fatigue berbeda dengan lelah biasa.
dr. Prama mengatakan jika lelah biasa dapat hilang dengan istirahat, fatigue justru tetap terasa meski seseorang telah tidur selama 8 jam, yang menandakan bahwa tubuh sedang melakukan protes keras terhadap pola hidup yang dijalani.
Ia menjelaskan terkait kondisi fatigue ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memicu defisiensi nutrisi kronis, seperti kekurangan zat besi atau vitamin B12. “Hal ini menyebabkan aliran oksigen ke otak dan otot tidak tersalurkan dengan baik, sehingga tubuh terus terasa lemas dan menunjukkan gejala anemia,” ucapnya.
dr. Prama memperingatkan bahwa pengabaian terhadap sinyal ini akan merusak sistem pemulihan otot dan daya tahan tubuh, yang pada akhirnya membuat sistem imun ambruk dan seseorang menjadi sangat mudah jatuh sakit.
"Jika pola makan dan hidrasi tidak segera diperbaiki, rasa lelah ini akan menjadi permanen dan jauh lebih sulit disembuhkan di masa depan," ujar dr. Prama Aditya dalam sebuah postingan (@drpramaditya). Ia menekankan bahwa perbaikan gaya hidup, terutama dari apa yang dikonsumsi dan kecukupan cairan tubuh, adalah kunci utama untuk menghentikan sinyal darurat sistem tubuh tersebut sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius atau permanen.
Dampak dari fatigue yang berkepanjangan ternyata tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga merambat ke kesehatan mental melalui efek domino. Seseorang yang mengalami fatigue akan sering merasa bersalah karena tidak bisa produktif meski sudah mencoba beristirahat, yang kemudian memicu stres berat hingga burnout. “Otak yang sering terasa nge-blank saat baru memulai pekerjaan merupakan salah satu indikator bahwa sistem syaraf sudah sangat kelelahan dan membutuhkan penanganan segera,” tambahnya.
dr. Prama Aditya mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap perbedaan rasa lelah yang dirasakan. Segera lakukan evaluasi mandiri terhadap kualitas tidur, asupan makanan, dan hidrasi harian sebelum kondisi tubuh memasuki fase kronis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....