Sepanjang 2025, Indikator Layanan Kesehatan di Jombang Tunjukkan Tren Positif
- 21 Feb 2026 18:51 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Sepanjang 2025, sejumlah indikator layanan kesehatan di Kabupaten Jombang menunjukkan tren positif. Perbaikan tersebut tercermin dari menurunnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), serta meningkatnya cakupan jaminan dan layanan kesehatan dasar di wilayah tersebut.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang mencatat, AKI turun dari 113,67 per 100.000 kelahiran hidup pada 2024 menjadi 74,71 per 100.000 kelahiran hidup pada 2025. Sementara AKB juga mengalami penurunan dari 8 per 1.000 kelahiran hidup menjadi 5 per 1.000 kelahiran hidup dalam kurun waktu yang sama.
Kepala Dinas Kesehatan Jombang, Hexawan Tjahja Widada, menyebut capaian tersebut merupakan hasil penguatan layanan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh, baik di fasilitas tingkat pertama maupun rujukan.
“Pembenahan kami lakukan secara terintegrasi, mulai dari upaya promotif dan preventif hingga penanganan kuratif dan rehabilitatif. Fokus utamanya adalah memastikan keselamatan ibu dan bayi,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menjelaskan, perhatian khusus diberikan pada ibu hamil dengan risiko tinggi melalui pendampingan kader kesehatan di masing-masing wilayah kerja puskesmas. Pendampingan itu bertujuan memastikan setiap ibu hamil memperoleh pemeriksaan rutin dan melahirkan di fasilitas kesehatan yang sesuai standar.
“Kami ingin memastikan tidak ada ibu hamil yang luput dari pemantauan. Dengan pendampingan intensif, potensi komplikasi dapat dideteksi lebih awal,” katanya.
Selain penguatan layanan ibu dan anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan juga dilakukan melalui pendampingan dokter spesialis, termasuk di bidang obstetri dan pediatri. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat respons terhadap kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal di tingkat layanan dasar.
Dari sisi pembiayaan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Jombang telah mencapai 95,87 persen. Dengan capaian tersebut, sebagian besar masyarakat telah terdaftar dalam jaminan kesehatan sehingga memiliki akses layanan tanpa terkendala biaya.
“Dengan kepesertaan UHC yang hampir menyeluruh, warga cukup membawa identitas diri dan kartu jaminan aktif untuk mendapatkan pelayanan sesuai prosedur,” ujarnya.
Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis juga mencatat realisasi 94 persen hingga akhir 2025. Sementara itu, seluruh posyandu di Kabupaten Jombang dilaporkan aktif memberikan pelayanan kesehatan bagi berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia.
Hexawan menegaskan, tren positif tersebut akan dijadikan dasar evaluasi untuk peningkatan layanan ke depan. “Kami berkomitmen menjaga konsistensi mutu pelayanan agar masyarakat memperoleh akses kesehatan yang semakin baik dari waktu ke waktu,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....