Guru Madrasah Dituntut Adaptif terhadap Perkembangan AI
- 26 Jul 2026 19:47 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong guru madrasah untuk terus beradaptasi dengan perubahan teknologi dalam proses pembelajaran. Penguasaan teknologi digital kini tidak lagi menjadi nilai tambah, melainkan kompetensi yang dibutuhkan agar pembelajaran tetap relevan dengan karakter peserta didik di era digital.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Achmad Fa'iz, mengatakan transformasi pendidikan menuntut guru tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Menurutnya, peningkatan kompetensi digital harus berjalan seiring dengan kemampuan berinovasi, berkomunikasi, dan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
"Perkembangan Artificial Intelligence perlu disikapi sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru dituntut menguasai teknologi digital, namun pada saat yang sama juga harus memperkuat kemampuan beradaptasi, berinovasi, serta membangun komunikasi yang baik agar proses belajar mengajar semakin efektif," ujar Fa'iz, Minggu, 26 Juli 2026.
Ia menjelaskan, penguatan kompetensi teknologi tidak boleh mengesampingkan nilai-nilai pendidikan karakter. Karena itu, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) tetap menjadi bagian penting dalam pembelajaran agar pemanfaatan teknologi mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
"Teknologi merupakan alat untuk mendukung proses belajar, bukan menggantikan peran pendidikan karakter. Oleh sebab itu, pemanfaatan AI harus berjalan berdampingan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sehingga peserta didik memiliki kemampuan akademik sekaligus nilai-nilai moral yang baik," katanya.
Sementara itu, Kepala MTsN 6 Kediri, Saiful Ali, menilai perkembangan AI menjadi tantangan yang harus direspons oleh seluruh tenaga pendidik. Menurutnya, guru perlu meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan media pembelajaran karena peserta didik saat ini sudah terbiasa dengan penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
"Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga guru tidak boleh tertinggal. Justru kondisi ini harus dimanfaatkan untuk menghadirkan media pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital," jelas Saiful.
Penguatan kompetensi digital dinilai menjadi langkah penting dalam menyiapkan guru madrasah menghadapi perubahan dunia pendidikan. Dengan kemampuan memanfaatkan AI secara bijak, proses pembelajaran diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan fungsi utama pendidikan, yaitu membentuk sumber daya manusia yang berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....