UNP Kediri Dorong Integrasi AI dalam Pembelajaran Jenjang PAUD

  • 30 Apr 2026 12:23 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Pengembangan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan anak usia dini mulai mendapat perhatian di Kabupaten Kediri. Hal ini ditandai dengan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan AI dalam Pembelajaran PAUD: Mendukung Tumbuh Kembang Optimal dan Literasi Digital” yang digelar oleh Program Studi PG PAUD UNP Kediri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Kamis, 30 April 2026, di PKBM Dharma Putra, Turus, Kecamatan Gurah.

Kegiatan ini diikuti sekitar 30 guru PAUD yang terdiri dari KB, Tapos, dan TK, 15 mahasiswa, serta 10 dosen. Agenda tersebut juga menjadi ruang diskusi terkait pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran yang tetap memperhatikan tahap perkembangan anak usia dini.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, pengenalan AI dalam pendidikan perlu diarahkan secara bijak agar tidak menggeser esensi perkembangan anak.

“Pemerintah daerah menyambut baik inisiatif ini karena dapat memperkuat kompetensi guru PAUD dalam mengembangkan pembelajaran. Namun yang terpenting, implementasi AI harus tetap disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan AI dalam Pembelajaran PAUD: Mendukung Tumbuh Kembang Optimal dan Literasi Digital” yang digelar oleh Program Studi PG PAUD UNP Kediri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, di PKBM Dharma Putra, Turus, Kecamatan Gurah (Foto : RRI/Kusuma)

Ia menambahkan, integrasi teknologi dalam pembelajaran anak usia dini harus tetap menekankan pada stimulasi perkembangan sosial-emosional, bahasa, kognitif, hingga seni. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam mendeteksi lebih awal hambatan tumbuh kembang anak, termasuk risiko stunting yang masih menjadi perhatian meski cenderung menurun di daerah tersebut.

“Guru PAUD adalah garda terdepan dalam melihat perkembangan anak sejak dini. Karena itu, intervensi sejak awal sangat penting, termasuk dalam hal gizi, pola asuh, dan kebiasaan anak yang kini juga dipengaruhi penggunaan gawai,” jelasnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan AI dalam Pembelajaran PAUD: Mendukung Tumbuh Kembang Optimal dan Literasi Digital” yang digelar oleh Program Studi PG PAUD UNP Kediri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, di PKBM Dharma Putra, Turus, Kecamatan Gurah (Foto : RRI/Kusuma)

Sementara itu, Kaprodi PG PAUD UNP Kediri, Anik Lestariningrum, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong pemanfaatan AI sebagai pendukung pembelajaran yang tetap berlandaskan etika pendidikan anak usia dini.

“AI diharapkan dapat membantu optimalisasi tumbuh kembang anak, tetapi tetap harus disaring dengan ketat. Guru perlu memahami batasan agar anak tetap berkembang secara kritis, kreatif, dan tidak bergantung pada teknologi,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kesiapan guru di Kabupaten Kediri dalam mengadopsi teknologi digital sudah cukup baik dan memiliki fondasi. “Namun, penguatan dan pendampingan tetap diperlukan agar pemanfaatan AI ini tidak menggantikan peran guru, kita tidak ketergantungan, sehingga AI ini nanti bisa menjadi alat bantu pembelajaran kita,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan AI dalam Pembelajaran PAUD: Mendukung Tumbuh Kembang Optimal dan Literasi Digital” yang digelar oleh Program Studi PG PAUD UNP Kediri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, di PKBM Dharma Putra, Turus, Kecamatan Gurah (Foto : RRI/Kusuma)

Ketua Himpunan Mahasiswa PG PAUD, Maula Nafisah, turut mengatakan kegiatan tersebut memberikan wawasan baru terkait pemanfaatan AI dalam pendidikan anak usia dini, khususnya bagi para calon guru seperti dirinya.

“Selama ini kami masih banyak menggunakan aplikasi sederhana untuk editing konten. Dengan adanya pengenalan AI ini, kami belajar untuk membuat media pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....