Akses Pendidikan Tinggi bagi Perempuan Masih Hadapi Berbagai Tantangan
- 13 Apr 2026 12:00 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Akses pendidikan tinggi bagi perempuan di Indonesia dinilai belum sepenuhnya merata. Meski jumlah perempuan yang melanjutkan ke perguruan tinggi terus meningkat, berbagai hambatan masih menjadi kendala di lapangan.
Hal tersebut disampaikan oleh Apt. Ika Puspasari, M.Sc., Wakil Sekjen PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) dalam dialog bersama RRI Kediri. Ia menilai faktor ekonomi, budaya, serta lingkungan sosial masih menjadi penghalang bagi perempuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
“Masih ada anggapan di beberapa daerah bahwa perempuan tidak perlu sekolah tinggi. Ini yang membuat akses pendidikan belum sepenuhnya setara,” ujarnya kepada RRI, Senin, 13 April 2026.
Selain itu, dukungan keluarga juga disebut sebagai faktor penting yang memengaruhi keberlanjutan pendidikan perempuan. Tidak sedikit perempuan yang harus mengurungkan niat untuk kuliah karena keterbatasan biaya atau tuntutan peran domestik.
Ika Puspasari juga menyoroti adanya stereotip dalam pemilihan jurusan. Beberapa bidang studi masih dianggap lebih “cocok” untuk laki-laki, sehingga membatasi pilihan perempuan dalam menentukan masa depan mereka.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun akses pendidikan semakin terbuka, masih diperlukan upaya lebih untuk menghilangkan hambatan struktural maupun kultural yang dihadapi perempuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....