Mas Dhito Soroti Pendampingan Jemaah Haji Lansia di Tanah Suci

  • 20 Mei 2026 22:04 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyoroti pentingnya pendampingan bagi jemaah haji lanjut usia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Perhatian itu disampaikan saat pelepasan calon jemaah haji Kabupaten Kediri di kawasan Simpang Lima Gumul, Rabu, 20 Mei 2026.

Mas Dhito meminta jemaah yang lebih muda untuk aktif membantu para lansia selama menjalani rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Menurutnya, kondisi fisik jemaah lanjut usia memerlukan perhatian khusus agar ibadah dapat berjalan lancar dan aman.

Sebelum keberangkatan kloter 112, Mas Dhito menyempatkan diri menyapa para jemaah yang telah berada di dalam bus. Ia juga memastikan kesiapan pemberangkatan sekaligus memberikan arahan kepada para jemaah terkait pentingnya menjaga kebersamaan selama di Tanah Suci.

Dalam rombongan tersebut, terdapat jemaah termuda berusia 22 tahun dan jemaah tertua berusia 105 tahun bernama Marsiyah. Kondisi itu, menurut Mas Dhito, menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong antarjemaah sangat dibutuhkan selama pelaksanaan ibadah haji.

“Di dalam satu bus ada jemaah yang usianya masih muda dan ada juga yang sudah lebih dari 100 tahun. Saya berharap yang muda bisa ikut memperhatikan dan membantu kebutuhan jemaah lansia ketika berada di Saudi,” ujar Mas Dhito.

Ia menilai keberadaan petugas pendamping haji saja tidak cukup apabila tidak dibarengi kepedulian antarjemaah. Karena itu, ia meminta seluruh jemaah menjaga kekompakan dan saling membantu selama menjalankan ibadah.

Menurut Mas Dhito, kondisi cuaca dan aktivitas ibadah yang padat berpotensi menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah lanjut usia. Pendampingan dari sesama jemaah dinilai penting untuk membantu mobilitas maupun kebutuhan harian para lansia.

Pemerintah Kabupaten Kediri tahun ini memberangkatkan sebanyak 1.213 calon jemaah haji yang terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dari kawasan Simpang Lima Gumul menuju embarkasi.

Kloter 112 yang diberangkatkan pada Rabu siang terdiri dari 148 jemaah. Sementara tiga kloter lainnya telah diberangkatkan sehari sebelumnya, yakni kloter 109 sebanyak 322 jemaah, kloter 110 sebanyak 373 jemaah, dan kloter 111 sebanyak 370 jemaah.

Selain berpesan agar jemaah saling menjaga, Mas Dhito juga meminta doa untuk Kabupaten Kediri selama para jemaah berada di Tanah Suci. Ia berharap daerahnya tetap dalam kondisi aman, rukun, dan masyarakatnya hidup berdampingan dengan harmonis.

“Saya titip doa supaya Kabupaten Kediri tetap guyub, masyarakatnya hidup damai, dan dijauhkan dari persoalan yang mengganggu kerukunan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....