Puncak Haji Kian Dekat, Pendampingan Jemaah Ditingkatkan

  • 17 Mei 2026 18:45 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji 2026, pendampingan terhadap jemaah haji asal Kabupaten Jombang terus ditingkatkan di Tanah Suci Mekkah. Selain memastikan kesiapan pelaksanaan ibadah, para petugas haji juga memberikan edukasi intensif kepada jemaah guna menjaga kondisi fisik dan pemahaman teknis selama rangkaian Armuzna berlangsung.

Pembimbing Ibadah Kloter 61 Jemaah Haji Jombang, Muhajir, menjelaskan bahwa dalam kegiatan Armuzna, jemaah nantinya akan melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lempar jumrah di Mina sebagai rangkaian utama ibadah haji. Menurutnya, saat ini para jemaah terus mendapatkan pembekalan dan edukasi pra Armuzna agar lebih siap menjalani puncak ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik maupun mental.

“Jemaah saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi agenda Armuzna. Nantinya mereka akan menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melaksanakan lempar jumrah di Mina,” ujarnya, Minggu, 17 Mei 2026.

Muhajir menambahkan, setelah seluruh rangkaian Armuzna selesai, jemaah akan kembali ke Mekkah dan dapat memanfaatkan waktu luang untuk melaksanakan ibadah sunnah, termasuk umrah sunnah. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, memastikan kondisi jemaah haji asal Jombang secara umum dalam keadaan sehat.

Pendampingan dari petugas haji daerah juga terus dilakukan, khususnya kepada jemaah lanjut usia dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. “Seluruh jemaah haji Jombang saat ini dalam kondisi sehat. Kami mengimbau agar jemaah tetap menjaga kesehatan karena rangkaian ibadah haji masih panjang dan membutuhkan kesiapan fisik yang prima,” katanya.

Rangkaian Armuzna diagendakan akan berlangsung selama enam hari, mulai 8 hingga 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 25–30 Mei 2026. Berdasarkan data terbaru, jumlah jemaah haji Kabupaten Jombang yang semula tercatat sebanyak 1.271 orang kini menjadi 1.261 orang.

Pengurangan jumlah tersebut terjadi setelah delapan calon jemaah haji menunda keberangkatan karena belum dinyatakan istito’ah dan sebagian lainnya masih menunggu penggabungan mahram. Selain itu, satu jemaah asal Kloter 62 atas nama Suyono dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....