Petugas Maksimalkan Layanan Haji bagi Jemaah Lansia dan Disabilitas
- 12 Mei 2026 15:05 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Petugas haji Kloter 62 Kabupaten Jombang memperkuat layanan pendampingan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas saat menjalankan umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah. Pendampingan dilakukan secara intensif untuk membantu jemaah yang memiliki keterbatasan fisik agar tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman.
Layanan pendampingan diberikan sejak jemaah memasuki area Masjidil Haram hingga prosesi umrah wajib selesai dilaksanakan. Sejumlah petugas tampak bergantian membantu mendorong kursi roda jemaah selama pelaksanaan tawaf dan sai di tengah padatnya arus jemaah dari berbagai negara.
Ketua Kloter 62 Hasanuddin mengatakan, perhatian khusus terhadap jemaah lansia dan disabilitas menjadi bagian penting dalam pelayanan haji tahun ini. Menurutnya, kondisi fisik jemaah yang berbeda-beda membuat petugas harus lebih sigap dalam memberikan bantuan selama pelaksanaan ibadah.
“Jemaah yang membutuhkan pendampingan tentu menjadi prioritas kami. Petugas berupaya memastikan mereka tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik meskipun memiliki keterbatasan fisik,” ujar Hasanuddin, Selasa, 12 Mei 2026.
Pendampingan dilakukan secara bersama-sama oleh Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah Haji, Petugas Haji Daerah (PHD), hingga pembimbing ibadah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Mereka saling bergantian membantu mobilitas jemaah agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar.
Selain membantu mendorong kursi roda, petugas juga memberikan arahan mengenai tata cara ibadah selama tawaf dan sai. Langkah tersebut dilakukan agar jemaah tetap dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat meskipun berada dalam kondisi fisik terbatas.
Hasanuddin menilai pelayanan terhadap jemaah lansia memerlukan kesabaran dan koordinasi yang baik antarpersonel. Apalagi kondisi cuaca panas di Mekkah dan kepadatan area Masjidil Haram menjadi tantangan tersendiri selama proses pendampingan berlangsung.
“Situasi di lapangan cukup padat sehingga petugas harus benar-benar memperhatikan keselamatan dan kenyamanan jemaah yang didampingi. Kami ingin mereka tetap merasa tenang selama menjalankan ibadah,” katanya.
Petugas kesehatan kloter juga turut melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah yang menggunakan kursi roda. Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap stabil setelah menjalani aktivitas ibadah yang cukup menguras tenaga.
Sejumlah jemaah lansia dilaporkan tetap bersemangat mengikuti prosesi ibadah meski harus menggunakan bantuan kursi roda. Kehadiran petugas pendamping dinilai membantu mengurangi beban jemaah selama menjalankan ibadah di area Masjidil Haram yang ramai.
“Harapan kami seluruh jemaah diberikan kemudahan dan kesehatan hingga seluruh tahapan ibadah selesai dilaksanakan. Semoga seluruh amal ibadah mereka diterima dan menjadi haji yang mabrur,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....