Musim Haji, Lonjakan Pesanan Tasbih Dongkrak UMKM Jombang
- 28 Apr 2026 19:33 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Lonjakan pesanan tasbih menjelang musim haji 2026 mendorong peningkatan aktivitas usaha mikro kecil menengah (UMKM) perajin manik-manik di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Permintaan yang tinggi membuat produksi meningkat signifikan dan berdampak langsung pada perputaran ekonomi para pelaku usaha setempat.
Salah satu perajin, Nur Wachid, mengungkapkan bahwa kenaikan permintaan terjadi cukup tajam dibandingkan periode biasa. Ia menyebut, momentum musim haji selalu menjadi puncak penjualan tasbih karena tingginya kebutuhan souvenir.
“Kalau mendekati musim haji, pesanan bisa naik sekitar 70 sampai 80 persen. Pembeli biasanya memesan dalam jumlah besar, rata-rata bisa ratusan untuk oleh-oleh,” ujar Nur Wachid, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, daya tarik tasbih produksi lokal terletak pada proses pembuatannya yang masih dilakukan secara manual. Selain itu, bahan yang digunakan berasal dari olahan limbah kaca yang diubah menjadi produk bernilai estetika tinggi.
Permintaan tidak hanya datang dari wilayah Jombang, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri. “Pesanan banyak datang dari luar daerah seperti Bali, Kalimantan, sampai Jakarta. Bahkan beberapa kali kami juga mengirim ke luar negeri melalui perantara,” katanya.
Menurutnya, harga tasbih bervariasi, mulai dari kisaran Rp7.000 hingga Rp100.000, tergantung jenis bahan, motif, dan tingkat kesulitan pengerjaan. Meski mengalami peningkatan omzet, para perajin tetap dihadapkan pada tantangan kenaikan harga bahan baku.
“Harga kaca pewarna sekarang naik. Sebelumnya kisaran Rp200.000 sampai Rp300.000 per kilogram. Sekarang naik di kisaran Rp700.000 sampai Rp900.000 per kilogram. Untuk bahan dasar kacanya juga naik dari Rp5.000 jadi kisaran Rp25.000 sampai Rp30.000 per kilogram. Belum lagi kenaikan Elpiji sekarang,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pelaku UMKM harus melakukan penyesuaian agar usaha tetap berjalan di tengah tekanan biaya. Mereka berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk membantu menjaga stabilitas harga bahan baku.
Dengan meningkatnya permintaan selama musim haji, sentra kerajinan manik-manik di Gudo terus menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi lokal, sekaligus memenuhi kebutuhan pasar akan souvenir religi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....