Skrining Ulang Jemaah Haji, Kemenhaj Jombang Sebut Kondisi Terkendali

  • 24 Apr 2026 15:46 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Hasil skrining ulang kesehatan jemaah haji di Kabupaten Jombang menunjukkan kondisi yang relatif terkendali menjelang keberangkatan awal Mei 2026. Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang memastikan pemantauan kesehatan terus dilakukan guna mengantisipasi risiko selama pelaksanaan ibadah.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang, Ilham Rohim, menyampaikan bahwa secara umum kondisi kesehatan jemaah masih dalam batas yang dapat ditangani, meskipun sebagian besar masuk kategori risiko. “Ada edaran dari Kementerian Haji pusat untuk melakukan pemeriksaan ulang. Sampai hari ini dari Dinas Kesehatan, Insyaallah jemaah haji Jombang istiqomah sehat semuanya. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi jemaah masih terkendali. Meski memang ada yang masuk kategori risiko, semuanya tetap dalam pengawasan dan penanganan,” ujar Ilham, Jumat, 24 April 2026.

Ia menjelaskan, dari total jemaah yang akan berangkat, sekitar 61 persen tergolong memiliki risiko kesehatan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Namun demikian, kondisi tersebut dinilai masih memungkinkan untuk diberangkatkan dengan pengawasan ketat.

Ilham menegaskan, keberangkatan jemaah asal Jombang dijadwalkan pada 6 dan 7 Mei 2026 dalam empat kelompok terbang. “Jadwal pemberangkatan sudah ditetapkan pada 6 hingga 7 Mei, dan seluruh jemaah yang berjumlah 1.271, terus kita pantau kesehatannya hingga waktu keberangkatan,” katanya.

Ia mengimbau para jemaah untuk menjaga kondisi fisik dengan baik serta mematuhi anjuran tenaga kesehatan, termasuk dalam hal istirahat dan konsumsi obat. “Jemaah perlu menjaga stamina, mengikuti saran medis, dan tidak memaksakan diri agar tetap fit selama menjalankan ibadah,” ujarnya.

Selain aspek kesehatan, Ilham juga menekankan pentingnya kedisiplinan selama pelaksanaan ibadah haji. “Kepatuhan terhadap arahan petugas sangat penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan bersama selama di Tanah Suci,” ucapnya.

Ia menambahkan, jemaah diharapkan dapat saling membantu, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus, seperti lansia atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. “Kebersamaan dan kepedulian antarjemaah menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran ibadah,” katanya.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar jemaah memanfaatkan kesempatan ibadah dengan sebaik mungkin melalui peningkatan amalan spiritual. “Perbanyak doa, dzikir, dan ibadah lainnya karena momen ini sangat berharga bagi setiap jemaah,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....