ASN Jombang Ajukan Cuti Haji, Layanan Dipastikan Tetap Optimal
- 24 Apr 2026 15:25 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Pengajuan cuti ibadah haji oleh aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jombang dipastikan tidak akan mengganggu pelayanan publik. Pemerintah daerah menegaskan, pengaturan internal telah disiapkan agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski sejumlah pegawai menjalankan ibadah haji.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang, sebanyak 45 ASN tercatat mengajukan cuti haji tahun 2026. Rinciannya meliputi 38 pegawai negeri sipil (PNS) dan 7 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
| Baca juga: Jemaah Haji Kloter 60 dan 61 Tiba di Jombang |
Kepala Bidang Kinerja, Pembinaan, dan Kesejahteraan Aparatur BKPSDM Jombang, Chris Maya Rinelda, menyampaikan bahwa seluruh pengajuan telah diterima dan diproses sesuai mekanisme yang berlaku. “Sampai saat ini, jumlah ASN yang mengajukan cuti haji tercatat 45 orang, terdiri dari PNS dan PPPK. Semua pengajuan sudah kami terima dan diproses sesuai ketentuan,” ujar Chris, Jumat, 24 April 2026.
Ia menegaskan, hak cuti untuk menunaikan ibadah haji tetap diberikan sepanjang memenuhi persyaratan administrasi, dengan catatan tidak mengganggu kinerja pelayanan publik. “Cuti haji memang menjadi hak ASN, namun pelaksanaannya tetap harus mengikuti aturan dan mempertimbangkan keberlangsungan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) telah diminta menyiapkan langkah antisipatif, termasuk pembagian tugas selama ASN menjalankan ibadah haji. “Kami mendorong setiap instansi mengatur penugasan internal secara proporsional agar tidak terjadi kekosongan layanan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menyebut jumlah calon jemaah haji asal Jombang tahun 2026 mencapai 1.271 orang. Mereka dijadwalkan berangkat pada 6 hingga 7 Mei melalui Embarkasi Juanda Surabaya.
“Pemberangkatan jemaah haji Jombang direncanakan berlangsung pada 6 dan 7 Mei melalui Embarkasi Juanda,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, informasi terbaru terkait penambahan kuota untuk jemaah haji cadangan yang akan ikut diberangkatkan dalam gelombang kedua. “Ada informasi kemarin terkait dengan adanya tambahan lagi, sebanyak dua jemaah haji cadangan untuk naik dan diberangkatkan ke Tanah Suci. Akan tetapi untuk kloternya masih menunggu informasi. Kemungkinan nanti akan masuk gelombang kedua, dan bergabung dengan kloter daerah lain,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....