Kemenag Jombang Percepat Pemenuhan Paspor Jamaah Haji 2026

  • 18 Nov 2025 16:29 WIB
  •  Kediri

KBRN, Jombang: Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang mempercepat pemenuhan dokumen perjalanan jamaah haji, khususnya proses pembuatan paspor, untuk memastikan seluruh calon jamaah siap berangkat pada musim haji 2026.

Berdasarkan rekapitulasi progres sementara, tercatat 1.087 jamaah atau sekitar 90 persen telah masuk dalam pendataan awal. Kasi Haji dan Umroh Kemenag Jombang, Ilham Rohim, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut terdapat 128 jamaah berstatus tunda, 635 jamaah telah memiliki paspor, dan 75 lainnya masih dalam proses pengurusan paspor.

Sementara itu, 249 jamaah belum terkonfirmasi status kepemilikan paspornya, di mana 188 telah menyatakan siap berangkat dan 61 masih belum memberi jawaban pasti, mayoritas merupakan jamaah porsi batu.

“Dari rekapitulasi sementara, terdapat 1.087 jamaah yang sudah masuk data awal. Kami terus melakukan konfirmasi kepada 61 jamaah yang belum menyatakan siap berangkat agar kuota haji tahun 2026 dapat terpenuhi seluruhnya,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Ilham menjelaskan, terdapat beberapa penyebab jamaah berstatus tunda, mulai dari kondisi sakit, kebutuhan biaya lain seperti sekolah anak, belum adanya biaya pelunasan, jamaah meninggal, hingga keberadaan jamaah yang tidak dapat terlacak. Karena itu, pendataan rinci menjadi langkah penting agar perencanaan keberangkatan berjalan sesuai skema tanpa mengganggu kuota yang telah ditetapkan.

Ia menegaskan bahwa Kemenag Jombang juga intens berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi (Kanim) Kediri untuk memastikan percepatan pembuatan paspor berjalan lancar. “Percepatan proses paspor menjadi prioritas kami. Koordinasi dengan Kanim Kediri terus kami lakukan agar seluruh paspor jamaah dapat selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Sebagai langkah pendampingan sejak dini, Kemenag Jombang menjalankan program BIMA WALI (Bimbingan Manasik Haji dalam Waiting List) bagi 1.300 jamaah estimasi berangkat tahun 2026–2027. Program ini digelar setiap bulan, dan hingga kini telah berlangsung lima kali dari total delapan pertemuan. Para jamaah mendapatkan materi mengenai persiapan ibadah, perjalanan haji, kesehatan, perjalanan umrah, hingga teknis keberangkatan.

“BIMAWALI adalah program inovasi yang kami jalankan tanpa biaya. Tujuannya agar jamaah lebih siap dan percaya diri dalam menjalankan ibadah haji. Saat ini insya Allah kurang tiga kali pertemuan,” tuturnya.

Kegiatan pembinaan dilaksanakan di Ruang Bung Tomo Pemkab Jombang serta Aula Darul Hikmah Kemenag Jombang. Dengan rangkaian percepatan administrasi dan pembinaan tersebut, Ilham optimistis seluruh jamaah mampu menyelesaikan persiapan dan siap diberangkatkan sesuai kuota musim haji 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....