Polisi Tangani Temuan Bayi Perempuan di Desa Tugurejo

  • 28 Mei 2026 20:43 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Petugas Polsek Ngasem, Polres Kediri menangani kasus temuan seorang bayi perempuan di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri
  • Petugas sedang melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa orang tua yang tega membuang anak kandungnya
  • Polisi juga mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk melacak keberadaan pelaku yang diduga sengaja membuang bayi tersebut, setelah dilahirkan

RRI.CO.ID, Kediri - Petugas Polsek Ngasem, Polres Kediri menangani kasus temuan seorang bayi perempuan di Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Kejadian ini bermula dari aduan masyarakat di Dusun Babaan, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri yang mendadak resah karena menemukan seorang bayi perempuan, pada Kamis pagi, 28 Mei 2026.

Dari keterangan Kapolsek Ngasem, Ipda Heri Priyadi menjelaskan, bayi berjenis kelamin perempuan itu diduga baru saja dilahirkan. Namun bayi ini ditemukan terlantar di pinggir jalan area persawahan desa setempat.

"Bayi perempuan ini ditemukan masyarakat yang sedang beraktivitas di sawah. Saat itu bayi ini dalam keadaan hidup dan lengkap dengan tali pusar yang belum terpotong," kata Ipda Heri.

Ia menambahkan, pertama kali bayi perempuan itu ditemukan sekitar pukul 10.45 WIB oleh seorang warga bernama Mujianto (55). Pria ini adalah warga Dusun Dlopo, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem.

"Ya benar, tadi telah ditemukan sesosok bayi perempuan di pinggir jalan area persawahan Dusun Babaan. Alhamdulillah, kondisinya sehat dan saat dievakuasi ia selamat," ujar Ipda Heri Priyadi.

Ia mengemukakan, penemuan ini bermula saat Mujianto sedang berada di area persawahan untuk ngasak atau mencari sisa-sisa hasil panen jagung. Ketika itu, Mujianto mendengar suara samar tangisan bayi yang berasal dari arah pinggir jalan.

"Karena curiga dengan suara tersebut, Mujianto langsung mencari sumber suara," kata Ipda Heri.

Namun, ia merinci, warga tersebut terkejut setelah melihat sarung bantal berwarna hitam dengan motif garis-garis putih di atas rumput. Setelah mencoba didekati, ia melihat seorang bayi perempuan yang menangis.

"Dengan kondisi itu, saksi memberi kabar ke warga lain, Ali Mubin (53), seorang sopir yang saat itu kebetulan sedang memanen cabai di sawah tidak jauh dari TKP, ungkap Ipda Heri.

Kemudian, sebut Ipda Heri, Ali Mubin langsung menuju lokasi penemuan dan juga menghubungi perangkat Desa Tugurejo. Namun demikian, karena kabar itu menyebar luas dengan cepat, akhirnya sempat memicu kedatangan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Untuk menyelamatkan nyawa bayi malang itu, Ipda Heri mengatakan, perangkat desa bersama warga langsung mengevakuasinya ke Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul (RSUD SLG) Kabupaten Kediri, guna mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Di samping itu, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Ngasem bersama Tim Identifikasi Polres Kediri telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

"Petugas sedang melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa orang tua yang tega membuang anak kandungnya ini. Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk melacak keberadaan pelaku yang diduga sengaja membuang bayi tersebut, setelah dilahirkan," kata Ipda Heri Priyadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....