Ledakan Mercon Rakitan Lukai Seorang Pelajar SD

  • 26 Apr 2026 21:11 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Ledakan Mercon Rakitan Lukai Pelajar SD di Kediri
  • Hingga saat ini, polisi sudah amankan barang bukti dari lokasi, berupa sisa bahan peledak dan alat rakit mercon. Kasus ini jadi peringatan keras soal bahaya mercon rakitan dan mudahnya anak akses bahan berbahaya lewat online

RRI.CO.ID, Kediri- Ledakan mercon rakitan diduga melulai seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kediri.

Atas kejadian ini, petugas kepolisian Polsek Wates, Kabupaten Kediri langsung turun tangan. Apalagi, karena semua yang terlibat masih di bawah umur, perkara ini resmi dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri untuk penanganan khusus.

Dari keterangan Minggu, 26 April 2026, Kapolsek Wates, AKP Agus Sudarjanto, menyatakan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam 25 April 2026 di Desa Tawang, Kecamatan Wates. Korban berinisial R, 12 tahun, warga setempat, alami luka serius saat memegang mercon rakitan yang tiba-tiba meledak.

"Pelimpahan kasus ledakan mercon ini setelah penyelidikan awal di tingkat polsek. Lalu, perkara ini sudah kami limpahkan ke Unit PPA Polres Kediri untuk penanganan lebih lanjut," ujar AKP Agus.

AKP Agus mengatakan, penanganan berjenjang dipilih mengingat usia para pihak yang terlibat. Terlebih, kondisi korban cukup parah.

"Ledakan sebabkan luka berat di tangan kiri, terutama jari yang dilaporkan hancur. Korban juga alami luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk ketiak kiri," kata AKP Agus.

Pada saat ini, lanjut AKP Agus, korban R masih jalani perawatan intensif di rumah sakit setelah dapat penanganan awal di faskes terdekat.

Sebelumnya, imbuh AKP Agus, kasus ini sempat sulit diungkap, karena warga hanya dengar suara ledakan keras tanpa tahu sumbernya. Namun, petugas yang datang ke lokasi awalnya belum temukan indikasi jelas.

"Diduga keluarga korban sempat menutup-nutupi kejadian karena panik. Kasus baru terungkap setelah polisi telusuri info dari rumah sakit yang tangani korban," katanya.

AKP Agus merinci, hasil selidik sementara, mercon itu dirakit korban bersama dua temannya di teras rumah. Mereka pakai bahan yang dibeli online lalu diracik di wadah plastik bekas. Campuran kalium, sulfur, dan serbuk lain jadi bom waktu.

"Mereka mengaku membeli bahan secara online, salah satunya melalui TikTok Shop," kata AKP Agus.

Petaka terjadi, lanjut AKP Agus saat percobaan penyalaan. Awalnya normal, tapi korban menambahkan bubuk mercon ke racikan. Potensi ledakan langsung naik. Percikan api diduga masuk ke wadah yang masih dipegang korban."Ledakan besar pun tak terhindarkan," ujarnya.

Hingga saat ini, polisi sudah amankan barang bukti dari lokasi, berupa sisa bahan peledak dan alat rakit mercon. Kasus ini jadi peringatan keras soal bahaya mercon rakitan dan mudahnya anak akses bahan berbahaya lewat online. Unit PPA Polres Kediri kini dalami peran masing-masing anak dan unsur pidana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....