Awal Ramadan, Aksi Pembacokan Terjadi Di Jombang
- 02 Mar 2025 16:23 WIB
- Kediri
KBRN, Jombang: Awal Ramadan 1446 H, insiden meresahkan yang dilakukan oleh gangster kembali terulang di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Seorang pemuda bernama Panggih Nanda (30), warga Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, menjadi korban pembacokan oleh tiga orang tak dikenal saat melintas di Jalan Bypass Mojoagung, tepatnya di Dusun Pandean, Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, pada Sabtu (1/3/2025) dini hari.
Peristiwa itu terjadi begitu cepat. Ketika sedang mengendarai motornya, Panggih tiba-tiba diserang oleh tiga orang pemuda yang tidak dikenalnya. Tanpa banyak alasan, mereka langsung membacok korban, menyebabkan luka yang cukup serius hingga ia harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, membenarkan kejadian tersebut. Namun, ia belum dapat memastikan apakah insiden ini merupakan aksi pembegalan atau sekadar ulah sekelompok pemuda iseng yang mencari masalah.
"Kami masih mendalami kasus ini. Dugaan sementara, pelaku hanya sekadar berbuat onar karena mereka tidak mengambil barang milik korban setelah melakukan pembacokan," jelasnya saat dikonfirmasi pada Minggu (2/3/2025).
Menurut keterangan polisi, kejadian terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Panggih sedang dalam perjalanan dari Mojokerto menuju rumah temannya di Dusun Karobelah, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Namun, saat melewati Jalan Raya Bypass Mojoagung, ia dihadang oleh tiga pemuda yang berboncengan di atas satu unit sepeda motor Yamaha Nmax tanpa nomor polisi yang terlihat jelas.
| Baca juga: Polres Kediri Amankan 13 Pelaku Pengeroyokan |
Salah seorang pelaku tiba-tiba mengayunkan senjata tajam ke arah korban, mengenai tangan kanannya hingga mengalami luka robek.
Setelah terluka, Panggih segera memutar arah dan berusaha mencari pertolongan ke desa terdekat, sementara para pelaku melarikan diri begitu saja. Tak lama kemudian, warga setempat membantu membawanya ke Puskesmas Desa Miagan untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas dan motif para pelaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....