Lestarikan Tembang Legendaris, Komunitas TKKR Gandeng Musisi Lintas Generasi
- 05 Okt 2026 11:58 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Dengan melibatkan musisi dan vokalis muda, Komunitas TKKR yang didominasi oleh pemerhati dan pelestari karya-karya emas tempo dulu akhirnya sukses membuktikan bahwa tembang kenangan tak lekang oleh zaman
- Esensi utama gerakan musik kolaboratif yang diselenggarakan TKKR secara rutin bukan sekadar bernyanyi dan bergembira bersama, melainkan juga transfer ilmu pengetahuan dan diskusi tentang sejarah musik
RRI.CO.ID, Kediri – Musik legendaris era 70-an hingga awal 2000-an kini semakin menggema kuat di Kota Kediri, Jawa Timur. Fenomena ini muncul seiring Komunitas Tembang Kenangan Kediri Raya (TKKR) yang menggandeng musisi dan vokalis lintas generasi untuk melestarikan tembang-tembang lawas agar tetap abadi di tengah ramainya musik modern.
Dengan melibatkan musisi dan vokalis muda, Komunitas TKKR yang didominasi oleh pemerhati dan pelestari karya-karya emas tempo dulu akhirnya sukses membuktikan bahwa tembang kenangan tak lekang oleh zaman. Selain itu, pelaku seni era milenial akan memiliki komitmen sama yakni menjaga eksistensi lagu-lagu nostalgia melalui panggung apresiasi.
“Melibatkan teman-teman muda yang bertalenta di seni musik dan suara adalah langkah strategis untuk memperluas jangkauan dan memastikan warisan musik tetap hidup di Kediri,” kata Wahid Hariyadi, Koordinator Komunitas TKKR, Senin, 5 Oktober 2026. Menurutnya, kolaborasi lintas generasi dibutuhkan untuk menyatukan ide-ide bermusik lewat harmoni nada.
Kehadiran anggota komunitas berusia produktif di TKKR turut memberikan warna baru yang lebih segar dalam gelaran live music performance bernuansa nostalgia. Lagu-lagu lawas milik Koes Plus, Chrisye, Panbers, Titiek Puspa, dan lain-lain, dikemas ulang dengan aransemen modern yang lebih fresh, dinamis, dan tanpa menghilangkan ruh asli lagunya.
Menariknya, esensi utama dari gerakan musik kolaboratif yang diselenggarakan secara rutin ini bukan sekadar bernyanyi dan bergembira bersama, melainkan juga transfer ilmu pengetahuan dan diskusi tentang sejarah musik. Selain sharing musik dan teknik bernyanyi khas era lawas, musisi muda turut berkontribusi dengan menghadirkan energi baru melalui musikalitas mereka.
“Selain melestarikan tembang-tembang Golden Memory, peran Komunitas TKKR juga mengembangkannya sesuai dengan atmosfer sekarang. Di lagu ‘Widuri’ (1977) misalnya, kami menyajikannya dengan aransemen Jazz atau Blues supaya memikat telinga generasi muda,” ujar Hari, sapaan akrab pria yang juga merupakan seorang seniman dan budayawan ini.
Sebagai informasi, Komunitas TKKR menggelar Live Music Performance setiap hari Minggu siang hingga sore di Waroeng Setono Goerih, Kota Kediri, dengan konsep full band yang digawangi oleh ‘New Egon’. Melalui konsitensi dan kekompakan, Komunitas TKKR optimis bahwa musik legendaris akan selalu menemukan jalannya untuk bertahan dan berevolusi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....