Komunitas 'Golden Memory Pare' Gelar Konser 'Tribute to Kartini'

  • 23 Apr 2026 08:00 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Komunitas 'Golden Memory Pare'
  • Konser 'Tribute to Kartini'
  • Kombinasi elemen emansipasi dan seni

RRI.CO.ID, Kediri – Komunitas pemerhati dan pelestari tembang kenangan ‘Golden Memory Pare’ menggelar Konser ‘Tribute to Kartini’ di Oase Café, Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu, 22 April 2026. Selain untuk menghormati perjuangan R.A. Kartini, konser berdurasi tiga jam ini sukses menggabungkan elemen emansipasi dan seni musik.

“Kami menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam Konser ‘Tribute to Kartini’ tahun ini. Selain bernyanyi, beberapa juga menampilkan puisi untuk Kartini,” kata Nanik Esti Tjahjani, Ketua ‘Golden Memory Pare’. “Lagu-lagu yang dibawakan adalah tembang kenangan yang pernah dipopulerkan penyanyi perempuan, seperti Titiek Puspa salah satunya,” ujarnya, Kamis pagi, 23 April 2026.

Tidak dipungkiri, semangat emansipasi perempuan yang pernah digelorakan oleh R.A. Kartini terus menggema dalam berbagai perhelatan seni. Motivasi para budayawan dan pegiat seni tradisional hingga modern bukan sekedar seremonial belaka, namun juga sebuah refleksi betapa proses perjuangan hak-hak perempuan untuk berdaya dan berkarya sangatlah panjang dan berliku.

Gelaran Konser ‘Tribute to Kartini’ diyakini mampu menghidupkan kembali pemikiran visioner R.A. Kartini yang harapannya terus menginspirasi perempuan-perempuan masa kini. Lantunan lagu-lagu indah yang dibawakan oleh penyanyi-penyanyi senior di Komunitas ‘Golden Memory Pare’ merupakan simbol tongkat estafet perjuangan yang tak lekang oleh waktu.

Kehadiran para anggota Komunitas ‘Golden Memory Pare’ yang mengenakan kebaya trasdisional memvisualisasikan sebuah identitas budaya bangsa. Dengan perkembangan teknologi digital yang kian masif, perempuan modern sepatutnya memiliki lebih banyak ruang untuk mandiri dan berkarya nyata di berbagai bidang.

Jika dahulu kala R.A. Kartini berjuang melalui surat-suratnya untuk memperoleh hak pendidikan bagi kaum perempuan, kini perempuan modern memiliki kesempatan untuk berpendidikan tinggi, beradaptasi dengan segala perkembangan yang ada, dan bahkan memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi dan membuat keputusan finansial secara bijak.

“Kartini adalah pelopor emansipasi perempuan. Tugas kita semua, Kartini-Kartini masa kini, adalah menjaga, melestarikan nilai-nilai pemikiran hebat dan perjuangan panjangnya dalam berbagai konteks modern,” ucap Nanik seraya mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan refleksi terhadap teladan Kartini yang dianggap masih sangat relevan bagi perempuan era kini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....