Resonansi Karya Jadi Ruang Edukasi Hak Cipta dan Panggung Musisi Lokal Kediri

  • 24 Agt 2026 16:09 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Sejumlah pelaku musik lokal di Kediri menunjukkan karya orisinal mereka melalui ajang Resonansi Karya
  • Pada agenda ini hadir musisi senior Bongky Marcel, eks bassist grup band Slank yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas Wahana Musik Indonesia (WAMI)
  • Enam musisi dan grup musik lokal yang tampil dalam perhelatan Resonansi Karya antara lain Alan ADB yang membawakan musik rock dan rap, Fredyman dengan genre pop, Jackustik dengan musik gitar akustik, Matraloka, Ferdas, serta Aziz n Bronx

RRI.CO.ID, Kediri – Sejumlah pelaku musik lokal di Kediri menunjukkan karya orisinal mereka melalui ajang Resonansi Karya. Kegiatan yang bertempat di area Dojang Gunawan's Club (GTC), Dusun Purworejo, Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri diyakini menjadi ruang bagi musisi lokal untuk memperkenalkan karya sekaligus berdiskusi mengenai perkembangan industri musik.

Sebanyak enam musisi dan grup musik lokal tampil dalam ajang tersebut yang digelar Minggu malam, 23 Agustus 2026. Mereka menyuguhkan karya dengan karakter musik yang beragam, mulai dari rock, rap, pop hingga musik akustik.

Resonansi Karya tidak hanya menjadi panggung pertunjukan bagi para musisi lokal. Kegiatan ini juga menghadirkan diskusi yang membahas berbagai persoalan dalam industri musik, khususnya mengenai hak cipta, tata kelola karya serta pembagian royalti bagi pencipta lagu.

Melalui diskusi tersebut, para pelaku musik diajak memahami pentingnya perlindungan terhadap karya orisinal. Edukasi mengenai hak cipta dinilai penting agar pencipta lagu memahami hak dan tanggung jawab sebelum memberikan pengelolaan karyanya kepada publisher maupun label musik.

Yosi, seorang publisher sekaligus pemateri diskusi, mengatakan pemahaman mengenai hak cipta menjadi hal mendasar yang harus dimiliki oleh setiap pencipta lagu. Menurutnya, musisi perlu mengetahui secara jelas bagaimana karya mereka dikelola sebelum menjalin kerja sama dengan pihak lain.

"Pencipta lagu harus memahami terlebih dahulu hak atas karya yang mereka buat. Sebelum menyerahkan pengelolaan kepada publisher atau label, harus mengetahui apa saja hak dan kewajibannya, termasuk bagaimana pengelolaan serta pembagian royalti," kata Yosi.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai hak cipta akan membuat para musisi lebih siap menghadapi perkembangan industri musik yang semakin dinamis. Menurutnya, karya musik bukan hanya memiliki nilai seni, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang perlu dilindungi.

"Ketika musisi memahami hak ciptanya, mereka akan lebih mengetahui bagaimana karya tersebut dikelola dan bagaimana hak ekonominya bisa diperoleh. Jadi jangan sampai karya sudah berjalan, tetapi penciptanya justru belum memahami hak yang dimiliki," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir musisi senior Bongky Marcel, eks bassist grup band Slank yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengawas Wahana Musik Indonesia (WAMI). Kehadiran praktisi musik berpengalaman tersebut menambah wawasan bagi para pelaku musik lokal yang mengikuti agenda Resonansi Karya.

Salah satu penonton, Tharu mengaku, senang dengan adanya kegiatan musik lokal seperti Resonansi Karya. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenal perkembangan musik dan karya musisi lokal.

"Saya senang ada event seperti ini karena selain menjadi hiburan di daerah, kami sebagai penonton juga bisa mendapatkan pengetahuan tentang perkembangan musik sekarang. Apalagi ada diskusi mengenai hak cipta, jadi tidak hanya datang untuk menonton musik," kata Tharu.

Tharu berharap, kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan. Selain menjadi wadah bagi musisi untuk tampil, kegiatan tersebut juga dinilai dapat menjadi sarana bertukar pengetahuan sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya musik lokal.

Diketahui, enam musisi dan grup musik lokal yang tampil dalam perhelatan Resonansi Karya antara lain Alan ADB yang membawakan musik rock dan rap, Fredyman dengan genre pop, Jackustik dengan musik gitar akustik, Matraloka, Ferdas, serta Aziz n Bronx yang hadir sebagai bintang tamu. Kehadiran mereka sekaligus menunjukkan beragamnya warna dan potensi musik lokal di Kediri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....