Cerita Marfel, Bocah 11 Tahun Merawat Ibu sejak Kelas 3 SD
- 14 Agt 2026 19:40 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Di saat anak-anak seusianya bisa pulang sekolah untuk bermain atau sekadar beristirahat, Marfel justru memiliki pekerjaan lain yang menantinya di rumah, untuk merawat sang ibu
RRI.CO.ID, Kediri - Seragam merah putih masih melekat di tubuh kecil Marfelino Dhuha Saputra (11). Sepatu sekolah pun belum sempat dilepas ketika ia menyambut kedatangan Bupati Kediri Hanindhito, Himawan Pramana (Mas Dhito) di rumahnya.
Dengan polos, bocah kelas 5 SD asal Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri itu mempersilakan Mas Dhito duduk di kursi kayu di ruang tamu.
Tak ada yang istimewa dari sambutan, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Namun, di balik wajah polos Marfel, tersimpan cerita tentang masa kecil yang dijalani dengan tanggung jawab besar.
Di saat anak-anak seusianya bisa pulang sekolah untuk bermain atau sekadar beristirahat, Marfel justru memiliki pekerjaan lain yang menantinya di rumah, untuk merawat sang ibu.
Ibu Marfel, Kumala (41) telah sekitar dua tahun mengalami pengapuran tulang. Kondisi itu membuat Kumala lebih banyak terbaring di tempat tidur yang berada di dekat ruang tamu. Untuk sejumlah aktivitas sehari-hari, ia harus mendapatkan bantuan dari anaknya.
Sampai sekarang, Kumala mengungkapkan, Marfel pun menjadi sosok yang paling sering berada di sisinya. Bahkan, setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Marfel terlebih dahulu menyiapkan sarapan. Ia memasak makanan sederhana untuk dirinya dan sang ibu.
Kemampuan memasak itu ditanyakan langsung oleh Mas Dhito saat keduanya berbincang.
"Kamu bisa masak?" tanya Mas Dhito.
"Bisa, masak jangan (sayur) apa saja, asal diberitahu caranya," jawab Marfel dengan wajah polos.
Bagi Marfel, memasak bukan sekadar keterampilan. Ia melakukannya karena sang ibu membutuhkan bantuannya.
Sepulang sekolah, rutinitas itu kembali berulang. Ia memasak, mencuci, dan membersihkan rumah. Setelah semua selesai, barulah Marfel menjalani aktivitasnya sebagai anak seusianya.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menyebutkan, saat sore hari, Marfel pergi mengaji.
"Lalu, kapan waktu bermainnya," tanya Mas Dhito.
Mas Dhito sempat menanyakan hal tersebut. Jawaban Marfel membuat bupati muda itu terkesan.
"Ini anak yang luar biasa. Tadi saya tanya kapan mainnya, kata dia main setelah habis ngaji," kata Mas Dhito.
Pada momentum tersebut, Mas Dhito terus menggali cerita Marfel. Ia bertanya sejak kapan bocah tersebut mulai merawat ibunya.
"Sejak kapan mulai merawat ibumu," tanya Bupati Kediri.
"Sejak kelas 3 akhir-akhir," jawab Marfel.
Dua tahun terakhir menjadi perjalanan panjang bagi bocah yang seharusnya masih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar. Pada awalnya, tanggung jawab tersebut sempat terasa berat bagi Marfel.
Dalam kesehariannya, sebut Mas Dhito, Marfel tidak banyak mengeluh. Memasak, mencuci, membersihkan rumah, menemani dan membantu ibunya menjadi bagian dari kesehariannya.
Di tengah keadaan tersebut, Marfel tetap berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang pelajar. Ia tetap berangkat sekolah, tetap mengaji, dan masih menyempatkan diri bermain.
Bagi Mas Dhito, keteguhan Marfel patut mendapatkan perhatian. Ia berpesan agar tanggung jawab merawat ibu tidak membuat Marfel kehilangan kesempatan untuk tumbuh sebagai anak. Sekolah dan ibadah harus tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
"Kamu harus tetap sekolah dan jangan lupa ibadah," pesan Mas Dhito kepada Marfel.
Sebelum meninggalkan rumah, Mas Dhito memberikan nomor ponsel pribadinya kepada Marfel. Ia meminta bocah itu menghubunginya kapan pun membutuhkan bantuan.
Pemerintah Kabupaten Kediri juga memastikan kebutuhan makan dan keperluan lainnya akan diperhatikan.
"Kalau ada apa-apa, dia sewaktu-waktu boleh hubungi saya. Kebutuhan sekolah, makan dan sebagainya kita yang akan cukupi," kata Mas Dhito.
Pada hari itu, rumah sederhana Marfel kembali sunyi setelah sang bupati berpamitan. Namun kisah bocah 11 tahun itu meninggalkan pesan yang dalam. Di balik seragam sekolahnya, Marfel bukan hanya sedang belajar menjadi seorang siswa, ia juga sedang belajar menjadi anak yang kuat untuk ibunya.
Dari pekerjaan rumah yang ia lakukan setiap hari, dan dari kesetiaannya menemani sang ibu, Marfel sedang menunjukkan satu bentuk kasih sayang yang sederhana sekaligus besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....