Data Jujur, Kediri Makin Maju

  • 12 Jun 2026 19:30 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Dari usaha mikro di gang sempit, warung kelontong depan rumah, UMKM kuliner, sampai industri kreatif dan pabrik besar semua akan didata

RRI.CO.ID, Kediri - Pada Jumat pagi di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri terasa berbeda. Saat itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengetuk palu pertanda Sensus Ekonomi 2026 Kota Kediri resmi dimulai, Jumat, 12 Juni 2026

Pelaksanaan ini, bukan sekadar seremoni, tapi ajakan tulus ke seluruh warga. Vinanda menyebutkan, sensus ini seperti 'foto bersama' ekonomi Kediri.

Dari usaha mikro di gang sempit, warung kelontong depan rumah, UMKM kuliner, sampai industri kreatif dan pabrik besar semua akan didata. "Melalui potret data ini pemerintah dapat menyusun kebijakan seperti apa yang tepat sasaran. Sementara bagi pelaku usaha dapat memahami peluang pasar serta meningkatkan daya saing usahanya," kata Vinanda.

Menurutnya, ekonomi digital, struktur global yang dinamis, dan kebutuhan data mutakhir membuat data lama tidak cukup lagi. Untuk itu, keputusan harus berpijak pada fakta terbaru.

"Inilah urgensi mengapa Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat krusial. Tanpa data akurat, pembangunan bisa meleset dari kebutuhan warga sebenarnya," katanya penuh semangat.

Sensus kali ini punya tiga misi utama, yang mana, hal pertama, memetakan struktur ekonomi Kediri. Kedua, mencatat karakteristik usaha dan ketiga, memotret ekonomi digital dan ekonomi lingkungan yang kian penting.

Ke depan, data itu menjadi kompas. Di satu sisi, bagi pemerintah untuk menentukan prioritas pembangunan dan meningkatkan layanan publik. Namun, di sisi lain, bagi pelaku usaha, maka data itu mampu untuk melihat peluang, membaca kompetitor, dan menyusun strategi.

Vinanda juga menyebut, pelaku usaha dan masyarakat memiliki peran dan mereka penentu keberhasilan sensus. Setiap jawaban yang diberikan ke petugas adalah investasi untuk ekonomi Kediri ke depan.

"Mari kita sambut petugas sensus dengan ramah dan berikan informasi yang benar, lengkap, serta jujur. Jangan ragu dan khawatir karena data yang diberikan akan dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang," ucapnya.

Tak hanya itu, Vinanda mengaku memahami jika banyak warga yang was-was ditanya soal omzet atau aset. Karena itu, Mbak Wali memastikan, kerahasiaan data dilindungi undang-undang.

"Tidak akan dipakai untuk pajak atau hal lain di luar sensus," katanya.

Apresiasi juga disampaikan Vinanda, untuk BPS Kota Kediri dan 206 petugas lapangan. Mereka yang akan mengetuk pintu rumah ke rumah mulai 15 Juni sampai 31 Agustus, membawa gadget, bukan kertas.

"Tugas Bapak Ibu tidak ringan. Dibutuhkan dedikasi, integritas, ketelitian, dan semangat pelayanan. Agar data yang dikumpulkan berkualitas," ucap Mbak Wali kepada petugas yang hadir.

Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono menambahkan, sensus 10 tahunan ini beda dari sebelumnya. Selain usaha, juga memotret rumah tangga dan meng-update data pertanian. Pendataan door to door agar tidak ada yang terlewat.

Emil juga minta dukungan semua pihak. Targetnya bukan hanya selesai, tapi tuntas dan berkualitas. "Harapannya hasil ini jadi referensi terupdate merancang ekonomi yang lebih dinamis dan produktif untuk Kota Kediri MAPAN," katanya.

Pencanangan itu, juga ditutup dengan harapan. Pihaknya berharap, setiap warung, bengkel, toko, dan pabrik di Kediri mau bercerita. Karena dari cerita jujur itu, kebijakan yang lahir akan benar-benar menjawab kebutuhan warganya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....