Ludruk Modern Pare, Cara Anak Muda Rawat Tradisi

  • 24 Des 2025 03:23 WIB
  •  Kediri

KBRN, Surabaya: Kesenian ludruk kerap dianggap tinggal cerita masa lalu, tergerus zaman dan kalah pamor oleh hiburan modern. Namun anggapan itu perlahan dipatahkan dari sebuah sudut Kabupaten Kediri. Di Sanggar Budaya Pare, ludruk justru menemukan napas baru—lebih segar, lebih dekat dengan anak muda, tanpa kehilangan jati diri.

Adalah komunitas Kabar Pare yang menjadi penggagas pentas ludruk modern ini. Mereka mengolah ludruk dengan sentuhan kekinian, mengangkat isu-isu sosial yang akrab di tengah masyarakat. Para pemainnya pun bukan seniman sembarangan, melainkan anak-anak muda asli Kediri yang tampil dengan logat khas Pare sebagai ciri utama.

Ketua panitia, Hariaji yang akrab disapa Kajrot, menyebut pementasan bertema “Salah Tompo” ini sengaja dirancang untuk semua kalangan. Ludruk, kata dia, tak boleh lagi dilabeli sebagai tontonan orang tua semata.

“Ludruk bisa diperbarui, dikemas ulang, supaya generasi muda tertarik. Bukan hanya menonton, tapi juga mau terlibat dan melanjutkan,” ujarnya, Selasa (23/12/2025) malam.

Tak hanya tema yang diperbarui, cara penyampaian pun ikut disesuaikan. Bahasa lokal tetap dipertahankan, namun alur cerita dan dialog dibuat lebih relevan dengan gaya komunikasi anak muda masa kini. Pesan disampaikan tanpa kesan menggurui, tetap lucu, dan menghibur.

Antusiasme penonton menjadi bukti pendekatan ini berhasil. Difa, salah satu pengunjung asal Pare, mengaku terhibur dengan sajian ludruk modern tersebut.

“Lakonnya lucu, pemainnya total. Bahkan ada spot foto juga, jadi kesannya lebih kekinian,” katanya.

Ia pun berharap pementasan seperti ini bisa lebih sering digelar. Minimal tiga kali dalam setahun, dengan fasilitas penonton yang lebih nyaman.

“Kalau bisa ditambah kursi untuk penonton di luar pendopo, supaya makin betah nonton,” ujarnya.

Di tengah gempuran hiburan digital, ludruk modern di Pare menjadi bukti bahwa tradisi tak harus kalah zaman. Dengan kemasan tepat, kesenian lama justru bisa menemukan penonton baru dan masa depan yang lebih panjang.

Rekomendasi Berita