Wayang Kulit Templek, Simbol Syukur dan Persatuan

  • 20 Jul 2025 00:39 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Langit dusun Templek, Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri dihiasi gemerlap budaya dan semangat kebersamaan. Ribuan warga tumpah ruah di Jalan Basuki Rahmat RT/RW 02/06, menyaksikan pergelaran wayang kulit yang menjadi puncak kegiatan Bersih Dusun Templek tradisi tahunan yang memadukan hiburan, syukur, dan pelestarian budaya Jawa.

Di tengah lapangan yang terhampar luas di utara mushalla, berdiri panggung sederhana namun sakral. Dalang kondang Ki Supriyanto memimpin jalannya lakon wayang dengan iringan gamelan dan suara merdu sinden Nanda Sari serta sinden-sinden lokal asal Kediri. Denting gamelan bersahut-sahutan dengan tawa dan kekaguman penonton, menghadirkan malam penuh makna.

Empat gunungan hasil bumi, yang sebelumnya diarak keliling dusun, berdiri megah di setiap penjuru area pertunjukan. Gunungan ini bukan sekadar simbol melainkan lambang rasa syukur atas berkah panen dan bentuk doa agar hasil bumi dusun Templek terus membawa rezeki bagi warganya.

“Kegiatan ini bukan hanya hiburan,” ujar Ibnu Malik Kepala Desa Darungan.

“Ini bentuk rasa syukur, kekompakan, dan upaya menjaga budaya Jawa tetap hidup di tengah masyarakat modern.”

Hal senada diungkapkan oleh Fida salah satu warga yang antusias menyaksikan pertunjukan. “Setiap lakon mengandung nilai budaya dan sejarah. Kita bukan hanya terhibur, tapi juga belajar tanpa harus merasa sedang belajar,” katanya tersenyum.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....