Bantu UMKM Naik Kelas, Mahasiswa Edukasi Warga Manfaatkan QRIS dan Google Maps

  • 05 Agt 2026 21:08 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 PSDKU Universitas Brawijaya Kediri mengajak warga terutama UMKM untuk naik kelas

RRI.CO.ID, Kediri - Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 23 PSDKU Universitas Brawijaya Kediri mengajak warga terutama UMKM untuk naik kelas.

Hal ini dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku UMKM di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

"Ajakan tersebut diwujudkan melalui program pendampingan penguatan identitas merek dan sistem pembayaran digital guna meningkatkan daya saing usaha lokal di tengah persaingan pasar modern," kata Dosen Pembimbing Lapangan, Anissa Aprilia Nurkhasanah, S.Pi., M.Sc, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Anissa menyatakan, upaya ini menyasar tiga pelaku UMKM dengan pendampingan intensif, yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional harian masing-masing pemilik usaha.

"Adapun teknologi tepat guna yang diterapkan mencakup perancangan logo usaha, pendaftaran titik lokasi di Google Maps, penyusunan katalog produk digital berformat flipbook, hingga fasilitasi pembuatan kode QRIS untuk transaksi nontunai," kata Anissa.

Penanggung Jawab Program Kerja Digitalisasi, Daun Risqyluna mengatakan, langkah ini sejalan dengan target SDGs poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi desa yang merata dan SDGs poin 9 tentang inovasi dan infrastruktur.

"Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Kami merasa bersyukur bisa membantu para pemilik usaha memanfaatkan perangkat digital demi memajukan bisnis mereka," kata Daun.

Ia menambahkan, pesan utama dari program ini agar pelaku UMKM di desa tidak takut untuk go digital. Dengan memanfaatkan ponsel, usaha kecil pun bisa bersaing dan mudah ditemukan pelanggan dari luar desa.

"Dampak nyata program tersebut langsung dirasakan pelaku UMKM setempat," katanya.

Yusi, salah satu pemilik usaha, mengaku sangat terbantu dengan adanya logo baru dan QRIS.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada tim mahasiswa yang sudah memfasilitasi pendaftaran QRIS serta merancang logo baru. Bantuan ini sangat berguna bagi keberlanjutan usaha kami," kata Yusi.

Sementara itu Lina, pemilik usaha lainnya, menilai kehadiran usahanya di Google Maps membuat usahanya lebih mudah ditemukan pembeli.

"Pendaftaran lokasi di Google Maps membuat tempat usaha kami lebih mudah ditemukan oleh para pelanggan," ungkapnya.

Ia berharap, pendampingan ini menjadi contoh bahwa inovasi sederhana seperti logo menarik, lokasi yang terpetakan, dan pembayaran nontunai mampu memangkas kendala literasi teknologi yang selama ini menghambat UMKM desa.

Ke depan, mahasiswa juga memberikan pembekalan agar pemilik usaha mampu mengoperasikan sistem secara mandiri, sehingga kemandirian ekonomi desa dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....