Cuaca Ekstrem, Omzet Pedagang Takjil di Boyolali Terdampak
- 26 Feb 2026 22:59 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Boyolali — Cuaca ekstrem yang masih didominasi hujan dengan intensitas tinggi di momentum bulan suci Ramadan 1447 H, berdampak terhadap menurunnya omzet pedagang takjil di wilayah Boyolali.
Salah satu pedagang es campur di Boyolali, Rama, mengaku penjualan selama Ramadan kali ini mengalami penurunan karena hujan kerap turun pada sore hari. Menurutnya, situasi tersebut membuat masyarakat enggan keluar rumah untuk membeli makanan maupun minuman berbuka puasa.
“Sejak awal Ramadan, dagangan sering sepi pembeli karena hampir setiap sore turun hujan,” ujarnya, saat ditemui RRI, Kamis, 26 Februari 2026.
Ia menambahkan, dampak cuaca terlihat dari jumlah penjualan harian yang jauh berkurang. Bahkan dalam satu hari, es campur yang terjual hanya sekitar 10 gelas, jauh di bawah penjualan normal saat Ramadan tahun sebelumnya.
“Ada hari di mana yang terjual hanya sekitar 10 cup saja karena hujan turun terus menjelang waktu berbuka,” katanya.
Selain faktor cuaca, ia juga menilai kurangnya daya beli masyarakat yang terpantau ikut menurun juga memengaruhi tingkat pembelian selama Ramadan tahun ini.
“Mungkin karena faktor ekonomi di tahun ini yang memang sedang tidak baik-baik saja, akhirnya daya beli masyarakat juga turun drastis,” ucapnya.
Rama berharap kondisi cuaca dapat segera membaik agar penjualan kembali meningkat dan kerugian akibat bahan baku yang tidak terjual dapat diminimalkan.
“Semoga di sisa Ramadan ini cuacanya bersahabat, biar dagangan pelaku UMKM seperti kita laku terjual, dan tidak semakin rugi,” katanya.