Pelaku Usaha Kue Kering Lebaran di Kediri Mulai Dibanjiri Pesanan

  • 23 Feb 2026 21:47 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, sejumlah pelaku usaha kue kering lebaran di Kediri mulai kebanjiran pesanan. Permintaan datang dari konsumen perorangan hingga instansi yang menyiapkan bingkisan parsel untuk relasi dan karyawan.

Salah satu pelaku usaha kue kering di Desa Jajar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Rafida, mengungkapkan peningkatan pesanan sudah terasa meskipun baru memasuki awal Ramadan.

“Sekarang pesanan sudah mulai ramai. Setiap hari ada saja yang masuk, baik pembelian kecil maupun dalam jumlah banyak untuk parsel,” ujar Rafida saat ditemui RRI di rumahnya, Senin malam, 23 Februari 2026.

Menurutnya, pesanan tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Konsumen cenderung melakukan pemesanan lebih awal untuk memastikan ketersediaan produk sekaligus menghindari lonjakan harga mendekati Lebaran.

“Banyak pelanggan memilih pesan dari sekarang supaya tidak kehabisan dan bisa memilih varian yang diinginkan. Karena kalau H-7 lebaran, kita biasanya memang sudah close order. Jadi pelanggan cuma bisa pilih kue yang tersisa,” jelasnya.

Rafida mengatakan, jenis kue kering yang paling banyak diminati masih didominasi varian klasik seperti nastar, kastengel, dan putri salju. Selain itu, paket parsel dengan kemasan menarik juga menjadi pilihan favorit pembeli.

“Permintaan paling tinggi tetap pada kue-kue favorit lebaran, terlebih nastar sama putri salju. Itu yang paling favorit selama ini,” jelasnya.

Meski produksi meningkat, ia memastikan kualitas tetap menjadi prioritas. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap agar rasa dan tekstur kue tetap terjaga hingga hari raya.

“Kami berusaha menjaga kualitas, jadi produksi tidak asal banyak. Yang penting pelanggan puas dan produknya tetap fresh,” ucap Rafida.

Ia memperkirakan lonjakan pesanan akan semakin tinggi memasuki dua pekan terakhir Ramadan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya mulai menyiapkan tambahan tenaga produksi serta bahan baku.

Dengan meningkatnya permintaan, Ida mengatakan bahwa hal tersebut juga berpengaruh pada omzet pendapatan.

“Alhamdulillah kalau untuk omzet otomatis naik. Kalau dibandingkan tahun lalu, tahun ini kira-kira meningkatnya tiga kali lipat,” kata Rafida.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....