Produktivitas Durian Menurun, JAMBOREN 2026 Tetap Dilaksanakan
- 17 Feb 2026 09:18 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri — Jamboren 2026 kembali digelar bagi pecinta durian di Desa Kebonrejo, pada 14 hingga 15 Februari 2026. Meski produktivitas durian tahun ini menurun, kegiatan tetap dilaksanakan.
Penanggung jawab Jamboren 2026, Gunawan, mengatakan konsep tahun ini berbeda. Panitia mengusung tema pasar durian untuk membaurkan seluruh pedagang setempat.
"Untuk tahun ini kita mengusung pasar durian, tujuannya adalah untuk lebih membaur pada seluruh pedagang durian yang ada di Desa Kebonrejo. Selain itu fokus dari konsep pasar durian itu sendiri adalah untuk lebih memperkenalkan usaha mikro kecil dan menengah dan juga hasil bumi yang ada di Desa Kebonrejo,” ujar Gunawan, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menjelaskan rangkaian acara digelar selama dua hari penuh. Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu, 15 Februari 2026.
“Jamboren 2026 ini digelar selama dua hari yaitu pada tanggal 14 dan 15 Februari 2026. Puncaknya pada tanggal 15 berawal pada pagi hari akan ada senam pagi, dilanjutkan kirab tumpeng sedekah bumi dari masyarakat Desa Kebonrejo, sambutan, dan beberapa hiburan untuk menemani para pecinta durian yang hadir ke Desa Kebonrejo,” katanya.
Gunawan mengakui terjadi penurunan kualitas dan kuantitas panen. Curah hujan tinggi menjadi faktor utama berkurangnya hasil.
“Untuk tahun ini kami menyadari terdapat penurunan secara kualitas dan kuantitas, karena curah hujan yang begitu tinggi di Desa Kebonrejo mengakibatkan banyak penurunan dari sisi kuantitasnya,” ujarnya.
Kondisi serupa dirasakan pedagang durian setempat, Susilo. Ia menjual hasil panen durian di stan Jamboren 2026.
“Untuk hari ini kami sudah mengeluarkan durian sebanyak 300 hingga 400 buah durian. Jauh berbeda dengan tahun kemarin yang bisa menjual 1.000 hingga 2.000 buah durian. Faktor yang mempengaruhi cuaca ekstrem,” ucapnya.
Beragam jenis durian ditawarkan kepada pengunjung. Harga yang dibanderol bervariasi sesuai jenis dan kualitas.
“Jenis yang dijual ada musang king, duri hitam, masmuar, matahari hingga durian lokal. Harga duriannya bervariasi mulai dari 15.000 rupiah hingga 220.000 rupiah per kilo,” jelasnya.
Susilo berharap panen tahun depan lebih baik. Ia menginginkan cuaca lebih bersahabat bagi petani durian.
“Saya berharap tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini. Semoga cuaca di tahun depan lebih bersahabat lagi agar para petani durian dapat menikmati hasil jerih payahnya dengan maksimal,” ucapnya.