Edukasi SICANTIK, OJK dan Pemkot Kediri Tingkatkan Literasi Perempuan

  • 26 Jun 2026 11:30 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Kediri melalui Tim Penggerak PKK Kota Kediri bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menggelar Edukasi Keuangan Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan (SICANTIK)

RRI.CO.ID, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Tim Penggerak PKK Kota Kediri bekerja sama dengan OJK Kediri menggelar Edukasi Keuangan Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan (SICANTIK). Kegiatan berlangsung di GOR Jayabaya, Kamis 26 Juni 2026 sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Ketua TP PKK Kota Kediri, Faiqah Azizah Muhammad Qowimuddin atau Ning Faiqoh, mengatakan kemampuan mengelola keuangan secara cerdas semakin penting. Terutama bagi perempuan yang berperan mengatur keuangan keluarga.

"Kini kemampuan mengelola keuangan secara cerdas dan bijak menjadi kebutuhan yang semakin penting. Khususnya bagi kaum perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga," katanya.

Sebanyak 125 pengurus dan anggota PKK mengikuti kegiatan tersebut. Mereka memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, penggunaan layanan keuangan secara bijak, serta cara menghindari aktivitas keuangan ilegal.

Menurut Faiqoh, perkembangan layanan keuangan digital membuat literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak. Masyarakat perlu memahami manfaat sekaligus risiko berbagai produk keuangan.

"Literasi keuangan menjadi bekal penting bagi masyarakat di tengah semakin mudahnya akses terhadap berbagai layanan keuangan, mulai dari pinjaman daring hingga investasi digital," ujarnya.

Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri, menyampaikan tingkat inklusi dan literasi keuangan nasional masih menunjukkan kesenjangan. Berdasarkan SNLIK terbaru, inklusi keuangan mencapai 80,51 persen, sedangkan literasi keuangan sebesar 66,46 persen.

"Data tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan, tetapi belum memahami risiko yang menyertainya," katanya.

Ismirani menjelaskan literasi keuangan laki-laki mencapai 67,32 persen. Sementara literasi keuangan perempuan berada pada angka 65,58 persen.

"Melalui kegiatan ini, kami menyampaikan bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik, mengenali dan menghindari aktivitas keuangan ilegal, serta menjadi pengguna teknologi yang cerdas," ujarnya.

Salah satu peserta, Wanti, anggota Pokja I Kelurahan Dandangan, mengaku selalu mencatat seluruh pengeluaran keluarga. Cara tersebut membantunya mengatur tabungan dan memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.

"Semua pengeluaran saya catat, mulai dari kebutuhan makan, biaya sekolah anak, arisan, hingga kebutuhan mendesak lainnya," kata Wanti.

Sebagai pengurus PKK tingkat RW, Wanti berkomitmen menyebarluaskan materi yang diperoleh kepada masyarakat melalui forum pleno kelurahan. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat bermanfaat dan perlu terus dilaksanakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....