OJK Kediri Ajak Masyarakat Go Green dan Cermat Gunakan BBM
- 18 Jun 2026 15:58 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mengajak masyarakat agar selalu cermat dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM)
- Gerakan Go Green diharapkan lebih masif dan bisa mengurangi pemakaian yang tidak perlu, entah itu listrik maupun BBM
RRI.CO.ID, Kediri - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri mengajak masyarakat agar selalu cermat dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Imbauan OJK tersebut disampaikan Kepala Perwakilan OJK Kediri, Ismirani Saputri, pada Kamis, 18 Juni 2026.
"Di tengah kondisi tak menentu yang dipicu gejolak global, maka sudah sepantasnya kita melakukan pengelolaan keuangan, terutama dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM)," kata Kepala Perwakilan OJK Kediri, Ismirani Saputri.
Menurut Ismirani, upaya tersebut dapat diwujudkan dengan mengurangi aktivitas berkendara yang tidak mendesak. Sebab, seperti fenomena sebelumnya, jika terjadi kenaikan harga BBM maka akan berdampak luas terhadap berbagai sektor, termasuk mobilitas masyarakat sehari-hari.
"Harapan kami, masyarakat bisa memulai menyesuaikan pola pengeluaran dan aktivitas sehari-harinya agar lebih efisien," kata Ismirani.
Dari pemantauan Ismirani, fluktuasi harga BBM dipengaruhi berbagai faktor, mulai aspek eksternal maupun internal. Lalu dilihat dari sisi global, harga minyak dunia yang tidak stabil turut memengaruhi harga di dalam negeri.
"Sementara dari sisi internal, setiap warga itu perlu menyadari pentingnya menyesuaikan pengeluaran dengan kondisi pendapatannya," katanya.
Ia mencontohkan, kalau pendapatan mereka tidak mengalami peningkatan, idealnya pengelolaan keuangan harus semakin diperketat, termasuk dalam penggunaan BBM. Untuk itu, diperlukan sikap masyarakat agar lebih disiplin dalam mengatur keuangan di tengah kondisi ekonomi yang penuh dinamika.
"Tapi kami juga mengapresiasi upaya pemerintah yang mendorong penerapan work from home (WFH) setiap hari Jumat dan itu langkah untuk mengurangi konsumsi BBM. Kami percaya, kebijakan tersebut dinilai efektif dalam menekan mobilitas yang tidak perlu tanpa mengurangi kinerja pegawai," katanya.
Tak hanya itu, sebut Ismirani, saat ini masyarakat juga diajak untuk mulai menerapkan gaya hidup hemat energi. Misalnya, rajin berjalan kaki untuk jarak dekat, menggunakan transportasi alternatif seperti becak, serta memanfaatkan sarana transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
"OJK pun mengimbau gerakan Go Green lebih masif lagi dan bisa mengurangi pemakaian yang tidak perlu, entah itu listrik maupun BBM. Di internal OJK sendiri, setiap Jumat kami juga memberlakukan WFH tapi pelayanan publik tetap utama," katanya.
Terpisah, Ketua Yayasan Perlindungan Lembaga Konsumen (YLPK) Jawa Timur, Said Sutomo menilai, bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi, Pertamax menjadi Rp16.250 diharapkan tidak sampai merusak asas perlindungan konsumen yang membutuhkan energi berdasarkan asas manfaat, keadilan, keamanan, keseimbangan, keamanan, dan keselamatan.
"Sebab, dengan adanya peningkatan harga Pertamax ini, maka terjadi migrasi konsumsi masyarakat ke Pertalite yang masih Rp10.000 per liter dan ketentuan harga BBM itu karena adanya subsidi pemerintah," kata Said.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....