Makna Manusia Baru yaitu Berusaha Memperbaiki Diri

  • 04 Okt 2026 13:57 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Makna manusia baru dalam pandangan Kristen bukan berarti perubahan secara fisik atau wujud seseorang, melainkan perubahan hati dan pikiran yang senantiasa berusaha untuk menjadi lebih baik.

Dalam ajaran Kristen, manusia baru juga dikaitkan dengan upaya untuk meneladani kehidupan Tuhan Yesus. Keteladanan tersebut diwujudkan melalui perbuatan baik, kasih kepada sesama, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Saat Silang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kediri, Pendeta Ibu Wiwik mengatakan bahwa manusia baru bukanlah manusia yang mengalami perubahan pada raganya. Namun, manusia baru merupakan pribadi yang mengalami pembaruan dalam jiwa, hati, dan pikirannya.

“Manusia baru dalam agama Kristen bukan jiwanya yang baru, tetapi manusia yang terus memperbaiki diri,” kata Pendeta Ibu Wiwik, Minggu 4 Oktober 2026.

Manusia baru dipahami sebagai pribadi yang terus melakukan pembaruan dalam kehidupannya, terutama dalam sikap, perilaku, hati, dan pikiran. Proses tersebut dilakukan dengan berusaha meninggalkan hal-hal yang kurang baik dan memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

Menurutnya, menjadi manusia baru merupakan sebuah proses yang terus berlangsung dalam kehidupan seseorang. Setiap orang diharapkan mampu melihat kekurangan dalam dirinya dan berusaha memperbaikinya agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Perubahan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperbaiki cara berpikir, menjaga perkataan, memperbaiki sikap kepada orang lain, serta membiasakan diri untuk melakukan perbuatan yang mencerminkan kasih dan kebaikan.

Dengan demikian, makna manusia baru dalam kehidupan Kristen lebih menekankan pada pembaruan diri secara terus-menerus. Bukan perubahan pada bentuk tubuh atau wujud manusia, melainkan perubahan hati dan pikiran agar kehidupan semakin mencerminkan kebaikan dan keteladanan Tuhan Yesus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....