Ketenangan Hati Jauh Lebih Berharga dari Memenangkan Setiap Pertengkaran

  • 22 Sep 2026 07:05 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Ketenangan hati jauh lebih berharga daripada memenangkan setiap pertengkaran
  • Kedamaian batin merupakan cerminan kematangan iman yang sesungguhnya

RRI.CO.ID, Kediri – Ketenangan hati jauh lebih berharga daripada memenangkan pertengkaran karena kedamaian batin merupakan cerminan kematangan iman yang sesungguhnya. Manusia sering mengorbankan kedamaian jiwa dan silaturahmi hanya demi memuaskan ego serta mendapat pengakuan bahwa argumen mereka yang paling benar.

“Kita pernah ada di masa sedikit-sedikit ingin membalas ketika tersakiti, berupaya menjelaskan saat merasa tersinggung, dan berusaha keras membuktikan siapa yang benar,” kata Ustaz Okta Wirawan, Dai Nasional dan Pengusaha Kuliner Syariah, Selasa, 22 September 2026. Menurutnya, dibutuhkan kedewasaan spiritual tingkat tinggi untuk berdamai dengan hati.

“Mengalah dari sebuah pertengkaran yang tidak berujung bukanlah tanda kelemahan atau kekalahan. Sebaliknya, hal ini merupakan bentuk kemenangan sejati melawan hawa nafsu sendiri,” ujar Ustaz Okta melalui unggahan reel video di akun resmi Instagramnya @oktawirawan, Selasa pagi.

Rasulullah SAW bahkan telah menjamin sebuah rumah di tepi surga bagi siapa saja yang bersedia meninggalkan perdebatan, sekalipun posisi orang tersebut berada di pihak yang benar. Ustaz Okta mengingatkan bahwa kemenangan verbal yang diraih dengan cara menjatuhkan orang lain hanya akan menyisakan ruang hati kosong yang dipenuhi rasa dengki dan gelisah.

Dalam dunia kerja, konflik dan perdebatan egoistik sering kali menjadi batu sandungan yang hanya akan menghambat produktivitas serta merusak ekosistem kerja. Ketenangan batin seorang pemimpin maupun karyawan justru menjadi modal utama dalam mengambil keputusan yang jernih, bijaksana, dan berdampak positif bagi orang banyak.

“Kalau bisa dimaafkan, maafkan. Kalau bisa dilewati, lewati. Kalau memang harus menjauh, menjauhlah tanpa ribut. Bukan karena kita lemah, namun waktunya menyadari bahwa ketenangan hati jauh lebih berharga daripada memenangkan setiap pertengkaran,” ucap Ustaz Okta yang merupakan Founder & Chariman Abuya Grup di akhir tausiyah singkatnya.

Kebiasaan melakukan muhasabah diri dan mengingat kembali prioritas hidup seorang Muslim, yakni bukan mencari validasi dari manusia melainkan mencari rida Allah SWT, adalah kunci utama mencapai ketenangan. Ketika fokus hidup sudah dialihkan pada rida ilahi, maka segala riuh rendah perdebatan duniawi tidak akan lagi mampu mengusik kedamaian di dalam hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....